Pro kontra PLTN, masihkah ada?? April 17, 2009
Posted by trinil in berita, hari-hari q.trackback
![]()
Listrik adalah kebutuhan pokok masyarakat Indonesia saat ini. Permintaan energi listrik untuk masyarakat dan industri di Indonesia memang meningkat, sesuai dengan banyaknya produk-produk yang berbasiskan elektronik. Tetapi PLN sebagai perusahaan otoritas listrik negeri ini mengalami kekurangan daya untuk menyalurkan listrik yang dibutuhkan masyarakat dan industri, walaupun seluruh pembangkit listrik milik PLN beroperasi. Dalam pengoperasian pembangkit-pembangkit tersebut banyak kendala yang dihadapi yaitu masih banyak menggunakannya bahar bakar fosil dalam pengoperasiaanya sehingga menyebabkan terjadinya polusi udara berupa gas SO2, CO2 dan NOX. Memangsih dalam proses pembakaran tersebut diberikan filter untuk mencegah dan mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan tetapi biaya yang diperuntukkan untuk itu juga tidaklah murah alias mahal, makanya harga listrik mahal dan tidak kompetitif. Apalagi klo bahan utamanya adalah batubara, pada pembakarannya mengeluarkan Radioaktif alam dan pada saat pengangkutannya juga menyebabkan polusi debu pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) kapasitas 1000 MWe (Mega Watt elektrik) 300 ribu Ton. Memang dalam beberapa tahun terakhir melakukan pencarian tenaga listrik alternatif antara lain, menggunakan seperti panas bumi terbentur akan masalah lokasi, dan teknologi untuk mengatasi belerang belum ada. Sedangkan kalau menggunakan PLTA alias tenaga air, terbentur akan pasokan air tersebut. Dan sebagainya.
Sedangkan kalau kita tetap menggunakan PLTU yang nota bene bahan utamanya adalah bahan bakar fosil, maka baget yang dikeluarkan juga banyak, apalagi masalah distribusinya yang menggunakan transportasi laut yang terpengaruh akan iklim alam. Trus cadangan bahan bakar fosil di Indonesia juga mengalami penurunan besar.
PLTN merupakan salah satu alternatif pilihan karena ekonomis yaitu dengan pembangunan satu PLTN setara dengan PLTU batubara tanpa pengolahan limbah. PLTN banyak digunakan di negara-negara maju, karena keekonomisannya.
Di Amerika pada tahun 1993 pasokan energi listrik dari minyak bumi cuma sekitar 3 %, sedangkan dari nuklir 20%. Di Jepang, lebih bagus lagi karena dalam pembangunanya menggunakan sistem anti gempa. Di Iran, Kanada, Inggris, Korsel dan negara-negara maju lainnya menggunakan PLTN. Apa yang perlu kita takutkan, kalo teknologi untuk mencegah segala kemungkinan telah ada.
oia, acuan dasar pengembangan nuklir di Indonesia, yaitu UU No.10/1997 tentang Ketenaganukliran. Dan sekitar Desember 2006 diterbitkan Peraturan Pemerintah No.43/2006 tentang Perizinan Reaktor Nuklir tertanggal 15 Desember 2006 yang merupakan hasil rembug 15 departemen terkait, termasuk Bapeten. Sedangkan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) sudah menemukan lokasi yang cocok untuk dibangunnya PLTN yaitu semenanjung Muria, Kab. Jepara – Jawa Tengah.
Bagi teman-teman yang pro maupun kontra terhadap pembangunan PLTN, harap kasih komentar dengan memberikan penjelasan yang logis dan jelas.
Terima kasih…
Special thank’s for :
technologyindonesia.com
Mbak wiki









Listrikku byar pet mbah, gimana neh?
PLTN? apa yang dimasalahkan lagi? Hidup listrik…
Sepakat, menurut aku kita jangan negatif tinking..
Setubuh mbah, ternyata ini tidak negatif posting
Wah…pak Guru begitu cepat memberikan tanggapan…
Limbah PLTN jika dikelola dengan baik, memang cukup positif. Selain negara diatas, Prancis juga pengguna PLTN yang besar.
Namun, perlu komplementer pembangkit dari energi fosil (solar, batubara, gas), uap, panas bumi, angin, air, matahari, sisa organik. Perlu komplementer agar jika terjadi kekurangan salah satu sumber, maka kita tidak “kaget”.
Menggantikan porsi listrik yang besar dari nuklir juga tidak tepat. Lebih baik kita memanfaatkan “anugerah alam” di bumi katulistiwa ini. Sinar Matahari, tenaga mikrohidro dan gelombang air laut harus menjadi planning pembangunan energi lebih lanjut.
Disamping itu, pola sikap berhemat dan mandiri dari masyarakat harus giat dilakukan.
sebenarnya tuk PLTS di Indonesia sudah diterapkan begitu juga mikrohidro dan PLTGL, begitupun dengan Angin.
tetapi terkendala oleh investasi ato modalnya.
Tuk PLTS dan PLTAg maupun mikrohidro terkendala akan alamnya. dan letak geografisnya..
Kemudian klo PLTGL terkendala juga oleh geogrofisnya alias tempat yang mempunyai gelombang laut tinggi dan krn tempatnya yang di lepas pantai peengiriman daya yang jauh juga terpengaruh (mahal). dan sebagainya.
Itulah alasan mengapa di negara maju mereka juga menggunakan pembangkit Listrik alternatif, seperti di contohkan, selain dari PLTN.
#Buat mas nusantaraku
iya nih mumpung masih kuat.
#Untuk PLTNnya mbah Trinil :
1. Setuju ada pembangunan PLTN, dengan terlebih dahulu mengidentifikasi semua kemungkinan masalah yang terjadi,
2. Pemerintah harus bertanggung jawab penuh, dengan sigap dan cepat menangani setiap kejadian yang mungkin ditimbulkannya.
3. Rakyat/masyarakat sekitar pembangunan jangan ada yang dirugikan.
4. Waktu pembangunan, mbah Trinil diundang
Semua itu menurutku itu semua sudah di pikirkan oleh orang2 Bapeten dan BAtan.
Karena ini juga sesuatu yang ga boleh ada kelalaian ato keteledoran.
Wah terima kasih sekali klo aku diundang, suatu kehormatan.
Nambah : Jangan pedulikan Amerika, jika sampai nggak setuju. Kasih dia duren pasti rayahan, (apaya bhs Indonesianya rayahan?). Maksimalkan tenaga profesional dalam negri/tidak terburu-buru nyari tenaga luar negeri. Toh tenaga profesional dalam negeri banyak, kayak simbah
sepakat..
Klo kita flasback, mungkin di tulisannya mbah nusantara juga ada.
Klo kita tu ga ketinggalan teknologi, misalnya sebenarnya kita dari beberapa tahun yang lalu sudah bisa membuat satelit, n tenaganya asli 100% org Indonesia. tapi yaudahlah..
Klo soal tenaga Profesional Indonesia punya orang2nya, klo kita kroscek di negara2 yang menerapkan PLTN maupun teknologi lain, Orang Indonesia ada disana dan jabatannyapun tak main2, walaupun rata2 sudah tak kewarganegaraan Indonesia lagi, tapi mereka rela buat kembali ke NKRI klo di sini ada sesuatu yang sesuai dengan bidang mereka. Mereka Ikhlas 100% buat membangun Negeri ini…
kalo saya pro saja PLTN, tetapi, satu yang perlu diingat, gunakan tenaga dalam negeri. Orang-orang kita sudah lebih dari cukup untuk mengatasi masalah ini.
Saya setuju saja dengan PLTN kalo memang bisa mengurangi penggunaan sda & kurangi polusi. Tp jangan lupa harus didukung jg dengan SDM yang kompeten. Boeh saja pakai tenaga dalam negeri, tp apakah mentalnya sudah ok? Asal budget gak dikorup aja.. klo udah korup bisa2 malah jadi kayak kasus situ gintung nanti… serem..
jalan-ajalan aja
mudah mudahan warga sekitar muria jadi ngerti setelah baca postingan ini mas…
Gak perlu pada ribut masalah PLTN karena Nuklir itu gak berbahaya kalau ditangani dengan benar!
gak usah takut terhadap berbagai Resiko yang terjadi karena hidup ini adalah kumpulan dari resiko2
PRO PLTN!
@ Rian Xavier & Zee : Yupi… Santai boz… SDM kita sih dah ada… Tuk Budget Semua elemen mengawasi, termasuk masyarakat…
@ Mr. Cahyo : Kalo aku sih Walking-walking ja ah…
@ Andioka : Amin… Tapi sayang ada elemen yang sudah menyesatkan pemikiran masyarakat tentang PLTN dengan memberikan penjelasan yang salah, sehingga mereka salah pemikiran.
@ Aden : Sepakat ma aden aku.. Bersemangat ya den…
yang kita perlukan tuh solusi…bukan perdebatan…
untuk apa berdebat kalau ga ada solusi…
Kalo masalah PLTN sih, mungkin krn belum mampunya SDM indonesia untuk mengikuti aturan..soalnya dalam PLTN segala prosedur harus dilaksanakan dengan hati-hati dan sesuai..kalo tidak yah bakal terjadi bencana besar..
Penguasan teknologi pembangkitan Nuklir bukan hanya semata-mata pada alternatif energi dan lains ebagainya, terlepas dari pertimbangan keselamatan, penguasaan teknologi Nuklir adalah bersifat strategis – dalam artian Nuclear for peace.
Secara pribadi saya mendukung, sebab bangsa yang besar seperti Indonesia, perlu untuk mencukkupi diri akan pengetahuan pengembangan teknologi nuklir untuk damai sembari berjalan mengembangkan pembangkitan dengan metode lain.
@ Jendri : Sepakat, kita perlu solusi… Terutama soal teknologi (listrik).. Hehehe…
@ Andre : terima kasih, Indonesia sudah ada punya SDM (Bapeten & Batan; Tuk lembaga) seangkan untuk personal jangan salah lo. Klo memang kita ga da SDM dan tak terencana mengapa Bapeten dan Batan mengsulkan itu? dan mengapa bung karno membuat Batan, klo teknoogi itu ga di manfaatin Nuclear for peace.
@ Mr. Luigi : sepakat saya, ita disamping mengembangkan Nuclear technologi for peace kita juga mengembangkan teknologi alternatif…
kamu itu PR PLN yah hahahah ampun…tp solusi enegeri yg mudah mungkin PLTN. Tp embel embel huruf N dibelakang itu lumayan besar dan panjang persoalannya. Kita kan ngak mau kayak korea utara dan iran, diganggu terus sama komunitas internasianal
Nuclear for peace… Klo kita benar, ngapa tacut kang…
hmm good point….kalau aja hubungan antar bangsa itu ngak hipokrit mungkin sy yakin nuclear sebagai solusi. Tapi selama PBB (masudnya amerika, USA, united state) berkata lain maka kita cuma “oh begitu….itukan ngak adil masak cuma kamu aja boleh main nuklir…kami kan jg mau :mupeng:”
Ckckckckck…
Memang, monya menang sendiri…
Anyway busway…
Bersemangat…
Kebetulan bulan kemaren saya sempat datang ke lokasi di Bondo,Jepara.
Secara teknik mungkin memadai namun tingkat kedisiplinan kita itulah yang perlu di perhitungkan (karena saya termasuk orang yg kurang disiplin..ehehehe).
Perlu kita cermati seberapa besar tingkat bahayanya dan sejauh mana radiasi yang di timbulkan bila terjadi kelalaian? (bila terjadi kebocoran analisa radiasine sampai australi bung..ito seh katane..)
Tapi walau gimanapun saya berharap 2010 nanti sudah bisa beroperasi,ito seh kalo mampu..
Yupi…
Disiplin kata kuncinya…
Bersemangat….
Menurut komentar saya walaupun secara teknik memadai tapi itu semua tidak ada artinya kalau tingkat kedisiplinan tidak ada, untuk itu perlu dipertimbangkan kehadirannya.
Mengingat dampak dan bahaya yang akan ditimbulkan bila terjadi kecelakaan PLTN.
lha mung mau bangun PLTN saja kok repot, kalau bahaya ya gak usah dibangun daripada celakain manusia.
Nuklir bahaya siapkah SDM kita lha mung salah satu prosedur pengoperasian PLTN saja Chernobyl celaka, SDM kita kira2 sagup gak tidak melakukan kesalahan satu prosedur saja, masyarakat yang akan menilainya.
Sekarang ini banyak prosedurn yang dilanggar, jadi berapa kecelakaanChernobyl akan terjadi di Indonesia nantinya.
Milis lain radiasi sangat berbahaya karena tidak bisa dilihat dengan mata telanjang kecuali dengan alat proteksi radiasi dan bahyanya dapat merusak sel tubuh manusia yang berakibat berbagai macam penyakit
, siapkah kita untuk menerima itu?
Kalau kita baca milis tahun 2007 tentang stepmen DC NU Daerah Jepara para Kyai menyatakan PLTN haram karena dinilai sangat merugikan anak bangsa didaerahnya, maka kyai menolak kehadirannya PLTN disemenanjung Muria.
Menurut saya beralasan karena bahyanya radiasi bila terjadi kesalahan ptrosedur pengoperasiaannya akan terjadi kontaminasi radiasi. Dampak radiasi kata ahli nuklir pertama umurnya panjang 30 s.d ribuan tahun kedua bila daerah area yang terkena kontaminasi radiasi maka kehidupan sekitarnya akan terancam keselamatannya? Waduuuh geri kalau gitu.
SDM kita bukan kita tidak percaya tapi SDM kita itu bekerja tidak seperti pejuang tempo dulu tanpa pamrih. SDM kita sekarang ini pamrihnya gede banget, jadi kalau kurang bayarannya gede ngambeke, melakukan kesalahan prosedur besar potensinya keselamatan tidak terjamin.
Sekarang dengan umur dan bahya kontaminasi radiasi yang sangat panjang tadi pemimpin sekarang masih hidup tidak? karena kurang mempersiapkan SDM yang loyal dan handal. Loyal dan handal bila segala pemenuhan hidup dan kehidupan keluarga terpenuhi ya apa ya.
Berpulang pada masyarakat dan para kyai.
Sssssset………….sssssssssset……ribut melulu……..kerja……kerja sependapat memang budaya kita ini yang berpangkat dan menduduki jabatan gaji dan pengghasilan yang halal sudah cukup banyak dan sangat mencukupi untuk hidup dan menghidupi anak sampai dua tiga generasi tapi masih aja korup, bingung kan ini budaya atau kebiasaan? tahu dahhh.
Kembal;i mental kita tidak memiliki daya juang tempo dulu tampa pamrih? setuju adakah sekarang? jarang.
Inilah masyarakat beralasan untuk tidak menerima PLTN karena ya ini celaka yang sampai berpuluh-pulh tahun bahkan ratusan sampai ribuan tahun negi tidak?
mas kita mau ngadain acara seminar pro dan kontra pltn desember mau berpartisipasi ga?
klo tertarik hubungi 085714293165,,sebelumnya terima kasih ya,,
Bahayakah PLTN??????
Prospektif yang sangat mendasar bila terjadi kecelakaan nuklir (PLTN) seperti kasus Chernobyl 24 April 1986 adalah terjadinya kontaminasi sumber radioaktif yang cakupannya sangat luas yaitu 142.000 (seratus empat puluh dua ribu) kilometer persegi, maka dapat kita bayangkan cakupan seluas itu bila PLTN terbangun di Indonesia maka P. Jawa, Bali dan Sumatera dalam arti sebagian besar wilayah Indonesia aka tercemar dan terkontaminasi sumber radioaktif.
Jadi sangatlah beralasan apa kata Karin dan Paimin memberikan statement demikian untuk mempertimbangkan kehadiran PLTN Muria.
@paijo, karin, bejo : moral SDM Indonesia sebagian memang seperti yang disebutkan. Tapi kita juga harus optimis bahwa tak semua manusia seperti itu, apalagi orang yang mempunyai ilmu untuk bidang ini pasti mengerti akan dampaknya apabila mereka tidak menjalankan prosedur yang harus dijalani secara benar dan disiplin.
Kita bisa belajar dari pengalaman yang dialami oleh negara2 yang terlebih dahulu menggunakan PLTN, kita ambil positif dan yang benar na aja serta jangan pesimis.
@Andisulaiman : Boleh, tapi dimana diskusi na???
@ Trinil: Sabar…….sabar…… lerem……lerem……gak usah emosi realitis saja mungkin anda ahli nuklir??????
Tapi anda gak pernah bilang bahwa akibat kecelakaan nuklir itu akan menimbulkan paparan sumber radioaktif yang sangat berbahaya bagi umat manusia?????
Konon ceriteranya akibat terkena paparan sumber radioaktif dapat merusak sel tubuh manusia yang berakibat menimbulkan berbagai macam penyakit kanker darah leukimia dalam jangka panjang……. serem kan mendengarkannya????????????????
Apalagi masa paro-nya sumber radioaktif itu sangat panjang puluhan sampai ratusan tahun (Cs-137 30 tahun) kata ahli nuklir luruh-nya Cs-137 sampai 275 tahunan (berapa generasi sumber radioaktif) akan mengancam kehidupan manusia???????????????
Penanggap PLTN Paijo menyodorkan data kecelakaan nuklir Chernobyl 24 April 1986 telah terkontaminasi radioaktif seluas 142.000 kilometer persegi dapat kita bayangkan bila terjadi didaerah P. Jawa yang padat penduduknya?????????
Pernah gak pergi ke tempat para ahli nuklir Serang Banten…..apa yang dikerjakan apa membuat rencana PLTN, tidak malah sibuk mengerjakan tugas Departemen Pertanian???kenapa tidak karena yang dibahas dan dibanggakan padi atau beras melulu sih……….
Berapa banyak untuk biaya yang dikeluarkan pemerintah dari uang rakyat untuk penelitian tapak di Jepara??????????????
Berapa banyak uang yang jalannya gak lurus???????gak tahu kan????? sama.
@Bejo : I Know about it. sori klo ga di tuliskan dampak na, tmn2 bs search sendiri, bs lht di link yang ada di atas.

Batan ga hanya ngurusin dr deptan aja lo, beras terbaik INA kan juga slah satu hasil dari penelitian Batan. klo soal dana aku ga tau!!!!!!! hehehe….
Klo mo slaen padi n beras hasil karya Batan, ijinkan Batan membuat PLTN n Rudal Nuklir. Hehehe… just kidding.
Nuclear for peace
@trinil: kalau mau tahu dampak dari akibat terkena sumber radioaktif selain kita sama-sama ketahui bahawa umur atau masa paro-nya sumber radioaktif yang sagat panjang dan lama seperti yang telah saya sampaikan juga memiliki efek yang sangat merugikan bagi sel tubuh kita (rusaknya sel jaringan tubuh kita).
Bagaimana Mas/Mbak bila sel jaringan tubuh kita rusak oleh sumber radioaktif akan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dan bahkan dapat memutasikan genetika mahkluk hidup.
Efek dan akibat terkena radioaktif tidak sekaligus dirasakan tapi karena sifat dan sistem kerjanya kalau boleh saya katakan sifatnya merusak sel tubuh manusia maka dalam jangka panjang manusia atau mahkluk hidup tadi baru kelihatan dampaknya.
Efek yang mungkin dapat timbul akibat terkena sumber radioaktif antara lain mendapatkan penyakit kanker darah atau leukimia, meningkatnya denyut jantung dan penyakit lain yang sangat bahaya dan membayakan.
Kekuatiran lain sumber radioaktif tidak dapat dibau, dipegang, dirasa dan tidak berwarna sehingga kita semua tidak akan tahu bahwa mungkin disekeliling kita ada sumber radioaktif yang tercecer dan sebagainya.
Ini sangat beralasan karena beberapa waktu lalu adanya dengar pendapat antara Komisi VII DPR, Bapeten dan Batan, Bapeten mengisyarakatkan bahwa di Indonesia telah terjadi 11 kecelakaan nuklir dan hilangnya limbah sumber radioaktif yang beberapa hal masih ditangani yang menurut sepengetahuan saya bahwa ini masih belum diketemukan atau masih membahayakan masyarakat.
Inilah hakekat yang sangat mendasar maka sebagian masyarakat ragu-ragu untuk menerima PLTN, karena terlebih kalau sudah terbangun mega proyek PLTN kira-kira berapa dana yang jalannya tidak lurus sesuai peruntukannya????????????????????
Percaya dan tidak masyarakat yang akan menentukan sendiri, demikian trinil…………………