jump to navigation

Pengolahan Sampah Januari 27, 2011

Posted by trinil in hari-hari q.
Tags: , ,
trackback

Salah satu negara yang tidak menerapkan standar dalam pengolahan sampah yang baik adalah Indonesia. Ya, negara tercinta ini. Klo kita hidup di perkotaan pasti sudah terbiasa melihat tumpukan sampah di bak-bak sampah pingir jalan, bahkan yang tinggal di wilayah kota bandung sering melihat tumpukan sampah dibeberapa tempat. Yang lebih parah kita sering melihat sampah mengalir di sungai-sungai. Kita tidak sadar bahwa kita adalah salah satu sponsor hancurnya bumi kita ini. Kita lupa bahwa kurangnya perhatian kita terhadap lingkungan, menghasilkan malapetaka di dunia ini.

Sepengaetahuan “TB” belum ada peraturan yang mengatur tentang pengolahan sampah di Negara ini. Kita bisa perhatikan dengan mendatangi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Di sana kita akan lihat bahwa sampah-sampah hasil produksi masyarakat banyak yang tidak diolah dengan benar. Tidak adanya peraturan dan SOP masing-masing TPA berbeda dalam mengolah sampahnya. Apabila TPA tersebut di kelola oleh pemda dan LSM Lingkungan Hidup akan menerapkan standar SOP, tapi klo cuma dikelola oleh pemda pasti SOP na hanya segitu saja.

Menurut ‘TB’ mengolahan sampah harus dimulai dari Rumah Tangga. Rumah Tangga adalah penyumbang sampah terbesar di Bumi ini. Di rumah tangga tempat sampah (TS) minimal ada 2 jenis yaitu TS organik dan TS non-organik. TS organik merupakan tempat sampah yang berisi akan sampah-sampah yang mudah membusuk dan terurai oleh alam seperti : daun-daunan, bekas makanan, atau sampah dari dapur, dll. TS an-organik berisi sampah-sampah yang tak bisa langsung membusuk dan terurai oleh alam contohnya : plastik, kaca, botol, kertas, besi dll. Bahkan di Jepang sampah an-organik dibedakan berdasarkan jenis barang-barangnya. Untuk sampah botol PET dibuang di tempat khusus botol PET, begitu juga dengan kaleng, khusus kaleng, dan untuk jenis yang lain juga sama. Ini semua agar memudahkan dalam proses daur ulang nya. Bahkan sampah elektronik pun ada jadwalnya untuk proses pembuangan, memang harusnya untuk barang elektronik berumur 5 tahun.

Selanjutnya untuk proses pengangkutan dari tempat sampah ke penampungan sementara atau Tempat penampungan akhir juga harus dibedakan wadahnya. Karena kalo di rumah tangga sudah dipisah, kemudian di proses pengangkutan atau TPA dicampur berarti sama saja bohong.

Kemudian waktu pengambilan sampah di rumah tangga atau di tempat penampungan sementara menuju TPA harus ada waktu-waktunya, agar tidak terjebak macet dan mencemari hidung masyarakat.

sedangkan di TPA, di adakan pengolahan lebih lanjut atau daur ulang yaitu, sampah organik bisa dijadikan pupuk dan gas, sedangkan an-organik di daur ulang menjadi barang jadi, sedangkan yang tak bisa di proses lagi alias tak bisa didaur ulang harus di hancurkan.

Diatas merupakan garis besar, untuk solusi pengolahan sampah di negara ini. Untuk menjalankan hal di atas harus ada peraturan yang mendasarinya, baik itu Undang-undang (UU), peraturan pemerintah (PP), peraturan daerah (perda). yang yang lebih penting adalah penyadaran kepada masyarakat terhadap proses tersebut. Karena kalau hanya ada dasar hukum tanpa adanya sosialisasi dan infrastruktur hal tersebut tidak akan berhasil. Repot di awal, mudah di masa depan.

Dan yang terpenting untuk kita adalah mengurangi sampah, dan membuang sampah pada tempatnya.

Semoga ini semua bisa bermanfaat, untuk kita semua.

About these ads

Komentar»

1. andioka - Januari 30, 2011

setuju, tanamkan budaya tertib sampah pada anak anak sejak usia dini.

meleisa aja bisa bersih, Indonesia juga harus bisa.

salam.

2. ipul - Januari 31, 2011

beginilah indonesia, tidak hanya sampah-sampah yang memang kotoran, sampah masarakat aja sudah tersebar dan seperti menjamur disetiap daerah. salam kenal.

3. SITI FATIMAH AHMAD - Februari 1, 2011

Assalaamu’alaikum mas…

benar, kebersihan harus dimulai dari rumah, ibu bapa hendaklah mengajar anak2 erti kebersihan. malahan islam sendiri meletakkan kebersihan sebahagian dari iman.

Sampah tentu sekali bisa mencemarkan udara dan sekeliling. Jika sampah tidak dijaga rapi pembuangannya, ia akan menimbulkan banyak masalah kepada persekitaran.

Di Malaysia, sesiapa yang membuang sampah merata-rata akan di kenakan kompaun sebanyak RM500.00. Budaya membuang sampah pada tempat yang betul telah diajar sejak sekolah dan di rumah lagi. kalau mas pergi ke Putrajaya, lihat pada posting saya di sini:

http://webctfatimah.wordpress.com/2010/10/23/ct19-sesat-di-kota-batu-putrajaya/

sekucil sampahpun tidak kelihatan. Pengajaran dan pelajaran pembuangan sampah diadakan secara besar-besaran kepada penduduk Malaysia melalui iklan di tivi. Dan pusat kitar semula (di mana sampah dibuang mengikut kategorinya juga disediakan dibanyak premis)

jagalah alam sekita kita agar terjamin sihat untuk kita hidup di dalamnya.

Salam mesra selalu dari Sarikei, Srawak.

4. SITI FATIMAH AHMAD - Februari 1, 2011

mas Trinil , link blog ini sudah saya tautkan di ruang Dunia Sahabat berikut:

http://webctfatimah.wordpress.com/dunia-sahabat/

silakan semak untuk perkenankan masukan namanya.
terima kasih atas persahabatan ini.

5. trinil - Februari 2, 2011

@Ipul : hehehe…
@Andioka n Bunda Fatimah : Sepakat. Bahwa kita harus mengajarkan akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya pada usia dini, dan memberikan informasi yang benar melalui media informasi yang ada di masyarakat serta adanya sosialisasi di masyarakat melalui perangkat pemerintah di bawah. Maklum wilayah kita yang luas ini ada beberapa daerah yang blom terjangkau listrik, apalagi tv n hp.
“KEBERSIHAN SEBAGIAN DARIPADA IMAN”

6. zul - Februari 2, 2011

memang terkenal di indonesia..kota2nya memang byk sampah..untung ga dinobatkan jd kota pengumpul sampah…harusnya memang dpt dimanfaatkan itu.

7. edratna - Februari 3, 2011

Memang kesadaran pengelolaan sampah masih menyedihkan di negara kita, padahal dengan memisahkan jenis sampah, ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan.

8. CT41. YANG KETIGA – DARIMU UNTUKKU: UNTUKMU « LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2 - Februari 8, 2011

[...] 8. Mamung 9. Kang Kopral Cepot 10. Wajidi 11. Setyantocahyo 12. Wits 13. Abgreds 14.  MrPall 15.  Trinil 16. Cenya95 17. Yusuf 18. Lyna Riyanto 19. Zulfa 20. Amien 21. Mama Murai 22. Akhmad Fauzi 23.  [...]

9. SITI FATIMAH AHMAD - Februari 8, 2011

Assalaamu’alaikum wr wb mas Trinil…

hadir untuk memaklumi ada bingkisan khas AWARD dari Malaysia di sini,

http://webctfatimah.wordpress.com/2011/02/08/ct41-yang-ketiga-darimu-untukku-untukmu/

Silakan dengan hormatnya untuk menerima award tersebut. Semoga persahabatan ini akan sentiasa baik hendaknya.

Salam mesra selalu dari Sarikei, Sarawak.

10. dhedhi - Februari 16, 2011

hhmmm… iya jg ya…
tapi sepertinya, masih banyak orang kita yang harus disadarkan supaya membuang sampah pada tempatnya.
nasehat “buanglah sampah pada tempatnya” sepertinya tetap relevan :)

11. HE. Benyamine - Februari 21, 2011

mengurangi sampah dari sumbernya, terutama dengan cara 3R

12. rumah tenun troso - Desember 29, 2011

ya semoga masalah sampah yang bener ” krusial dan ada setiap hari itu dikelola secara benar, jangan sampai anak cucu kita nanti menanggung beban sampah dan berakibat bnajir dimana”.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: