jump to navigation

Gila-gilaan jadi gila beneran April 14, 2009

Posted by trinil in berita.
trackback

dah beberapa hari telah dilewati oleh negeri ini tuk melaksanakan pesta demokrasi tanggal 9 April kemarin. Pemenang pesta demokrasi atau sering disebut Pemilu adalah Golongan putih yang mendapatkan suara 40% lebih, partai penguasa alias partai pemerintah dan partai oposisi. Sedangkan partai baru atau yang sering disebut partai gurem mendapatkan dibawah 2,5 % kecuali partai Gerindra dan Hanura.
Sistem pemilu yang menggunakan one man one vote, membuat orang-orang yang mencari pekerja sebagai anggota dewan bin/binti wakil rakyat membludak alias menggila. Gaji yang ditawarkan memang besar, sehingga mereka rela tuk gila-gilaan mengeluarkan uang banyak. Dengan berbagai cara mereka mau mendapatkan pekerjaan itu.
Mereka memberikan calon pemilih dengan uang sebesar 10 ribu sampai 50 rb, bahkan ada yang membagikan barang, tuk daerah pilihan mereka tentunya. Biasanya dengan syarat atau dijanji klo pemilih mau memilih mereka. Tapi para pencari kerja ini lupa kalau pemilih tidaklah amat bodoh tuk memilih sesuai pilihan, walaupun ada yang memilih berdasarkan nilai tertinggi dari nominal yang diberikan pencari kerja ini.
Karena nominal yang dikeluarkan pencari kerja ini gila-gilaan, mereka yakin bahwa bisa mendapatkan pekerjaan itu. Hasil pemungutan suara kemarin membuat mereka tercengang ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya banyak dari mereka yang gila-gilaan benar-benar menjadi gila. Bahkan ada yang sebelum melihat hasil akhir sudah memesan alias boking di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) terdekat, tapi sayang bokingan mereka ditolak oleh RSJ tersebut ditolak mentah-mentah. RSJ hanya mau menangani orang-orang yang benar-benar sudah gila dan itupun harus cepat dibawa kemudian nego dengan RSJnya, mau tinggal di ruang yang bagaimana. RSJpun telah pasang harga sebelumnya, dan dokter skeater-pun laris manis…
Bahkan ada yang sampai meninggal dunia karena gagal (kasus di buleleng, krn kecapekan n tegang mengikuti hasilnya n ternyata gagal), bahkan da yang lebih gila-gilaan masa barang-barang yang dah di kasih ke calon pemilih di dapilnya diminta balik karena yang melih tu calon cuma ada 8 ato 12 orang gitu (aku dengar dari radio Phoniex FM – denpasar, Bali Tgl 13 April jam 15.30 wita). Bisa bayangin kan? ada-ada aja…
Hehehe…

Komentar»

1. Ersis Warmansyah Abbas - April 14, 2009

Yap … mari waras-waras saja agar tetap waras he he

trinil - April 14, 2009

yupi..
moga aku masih waras ya pak…

2. WANDI thok - April 14, 2009

Jalene kemalin pusing sekalang kok malah gila mbah?😀 makaning jangan punya cita cinta jadi tikus eh penjahat eh pejabat ato anggota depe el yah, ental mi glen-nya bisa kambuh😀

trinil - April 14, 2009

ya ni..
Aku ga mo jadi anggota de pe el, monya aku jadi preciden..😀

3. Lilih Prilian Ari Pranowo - April 15, 2009

makanya, jangan suka berpura-pura. hehehe…

trinil - April 15, 2009

yupi

4. Andioka - April 15, 2009

tulisan yang bagus mas, argumennya juga kuat , OK

trinil - April 15, 2009

matur suksma…
jangan sungkan buat mampir…

5. Nang - April 16, 2009

Dimana2 topiknya pemilu ya?

trinil - April 16, 2009

mungkin lagi HOT….
Tapi kita juga jangan ikut memanas ya… Dah panas ni karena Global warming…

6. nusantaraku - April 16, 2009

Pada pertengahan Februari lalu, saya pernah memberi analisis peluang seseorang caleg dapat terpilih menjadi DPR RI. Dari 11.000-an caleg harus merebut 560 kursi.Jadi peluang gagal sangat tinggi. Sehingga, saya berpesan bahwa caleg yang haus mencari uang dan kekuasan serta menganggap pekerjaan seorang DPR bak profesi untuk siap-siap untuk stress dan tidak waras yang saya tulis di Aku Kapok Jadi Caleg DPR RI.

trinil - April 17, 2009

saya mengikutin saran saudara…
Sepakat… dengan usaulannya…

7. Siti Fatimah Ahmad - April 17, 2009

Alhamdulillah…kini saya dapat memahami apa yang saudara tuliskan dalam entri kali ini. tentu sekali saya tidak pusing membacanya seperti yang saya nyatakan dalam komen posting yang lalu. bahasanya mudah dan saya rasa senang serta boleh ketawa membaca tulisan akhir tentang rumah sakit jiwa.

Ya…begitu sekali kalau jiwa tidak tenang. Malah lagi bagus dan hebatnya jika diri sendiri menyadari akan kegilaan sendiri sebelum orang lain memakluminya. Manusia memang hebat kerana mempunyai kegilaan seperti itu.

Yang jelasnya….kewarasan manusia semakin menurun berbanding kegilaannya.Bukankah semua orang punya kegilaan tersendiri contohnya gila bunga, gila duit, gila harta, gila wanita, gila kereta, gila buku, gila nyanyi, gila rumah….aduuuh…macam-macam kegilaannya. Cuma cara menangani kegilaan itu sahaja yang mungkin berbeza. Ya…ternyata kita ini dalam golongan yang “gila” menullis…ampun ya….he..he…gurau aje.

8. uwiuw - April 18, 2009

ada yg minta dibalikin….waduh ngak tau malu tuh….emang ada kasbonnya ngak (ditandatangani dibawah materai dan disaksikan 2 saksi baik dari pihak mempelai pria mauppun wanita hahahah ini mah kawinan)?

9. trinil - April 18, 2009

@ Mrs. Siti FA : Alhamdulillah, ibu dah mengerti, maaf jika kmaren-kmaren ga bisa memahami… Maap… Sepakat juga dengan Manusia mempunyai kegilaan masing-masing… ckckckck… Bersemangat bu…
@ Uwiuw : Ia tu ga tau malu.. masak berbuat baik dengan maksud sesuatu n ga ikhlas… Ada-ada aja… Terima ksaih… Bersemangat… kang…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: