jump to navigation

Pro kontra PLTN, masihkah ada?? April 17, 2009

Posted by trinil in berita, hari-hari q.
trackback


Listrik adalah kebutuhan pokok masyarakat Indonesia saat ini. Permintaan energi listrik untuk masyarakat dan industri di Indonesia memang meningkat, sesuai dengan banyaknya produk-produk yang berbasiskan elektronik. Tetapi PLN sebagai perusahaan otoritas listrik negeri ini mengalami kekurangan daya untuk menyalurkan listrik yang dibutuhkan masyarakat dan industri, walaupun seluruh pembangkit listrik milik PLN beroperasi. Dalam pengoperasian pembangkit-pembangkit tersebut banyak kendala yang dihadapi yaitu masih banyak menggunakannya bahar bakar fosil dalam pengoperasiaanya sehingga menyebabkan terjadinya polusi udara berupa gas SO2, CO2 dan NOX. Memangsih dalam proses pembakaran tersebut diberikan filter untuk mencegah dan mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan tetapi biaya yang diperuntukkan untuk itu juga tidaklah murah alias mahal, makanya harga listrik mahal dan tidak kompetitif. Apalagi klo bahan utamanya adalah batubara, pada pembakarannya mengeluarkan Radioaktif alam dan pada saat pengangkutannya juga menyebabkan polusi debu pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) kapasitas 1000 MWe (Mega Watt elektrik) 300 ribu Ton. Memang dalam beberapa tahun terakhir melakukan pencarian tenaga listrik alternatif antara lain, menggunakan seperti panas bumi terbentur akan masalah lokasi, dan teknologi untuk mengatasi belerang belum ada. Sedangkan kalau menggunakan PLTA alias tenaga air, terbentur akan pasokan air tersebut. Dan sebagainya.
Sedangkan kalau kita tetap menggunakan PLTU yang nota bene bahan utamanya adalah bahan bakar fosil, maka baget yang dikeluarkan juga banyak, apalagi masalah distribusinya yang menggunakan transportasi laut yang terpengaruh akan iklim alam. Trus cadangan bahan bakar fosil di Indonesia juga mengalami penurunan besar.
PLTN merupakan salah satu alternatif pilihan karena ekonomis yaitu dengan pembangunan satu PLTN setara dengan PLTU batubara tanpa pengolahan limbah. PLTN banyak digunakan di negara-negara maju, karena keekonomisannya.
Di Amerika pada tahun 1993 pasokan energi listrik dari minyak bumi cuma sekitar 3 %, sedangkan dari nuklir 20%. Di Jepang, lebih bagus lagi karena dalam pembangunanya menggunakan sistem anti gempa. Di Iran, Kanada, Inggris, Korsel dan negara-negara maju lainnya menggunakan PLTN. Apa yang perlu kita takutkan, kalo teknologi untuk mencegah segala kemungkinan telah ada.
oia, acuan dasar pengembangan nuklir di Indonesia, yaitu UU No.10/1997 tentang Ketenaganukliran. Dan sekitar Desember 2006 diterbitkan Peraturan Pemerintah No.43/2006 tentang Perizinan Reaktor Nuklir tertanggal 15 Desember 2006 yang merupakan hasil rembug 15 departemen terkait, termasuk Bapeten. Sedangkan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) sudah menemukan lokasi yang cocok untuk dibangunnya PLTN yaitu semenanjung Muria, Kab. Jepara – Jawa Tengah.

Bagi teman-teman yang pro maupun kontra terhadap pembangunan PLTN, harap kasih komentar dengan memberikan penjelasan yang logis dan jelas.

Terima kasih…

Special thank’s for :
technologyindonesia.com
Mbak wiki

Komentar»

1. WANDI thok - April 17, 2009

Listrikku byar pet mbah, gimana neh?

2. WANDI thok - April 17, 2009

PLTN? apa yang dimasalahkan lagi? Hidup listrik…

3. trinil - April 17, 2009

Sepakat, menurut aku kita jangan negatif tinking..

4. WANDI thok - April 17, 2009

Setubuh mbah, ternyata ini tidak negatif posting🙄

5. nusantaraku - April 17, 2009

Wah…pak Guru begitu cepat memberikan tanggapan…
Limbah PLTN jika dikelola dengan baik, memang cukup positif. Selain negara diatas, Prancis juga pengguna PLTN yang besar.
Namun, perlu komplementer pembangkit dari energi fosil (solar, batubara, gas), uap, panas bumi, angin, air, matahari, sisa organik. Perlu komplementer agar jika terjadi kekurangan salah satu sumber, maka kita tidak “kaget”.
Menggantikan porsi listrik yang besar dari nuklir juga tidak tepat. Lebih baik kita memanfaatkan “anugerah alam” di bumi katulistiwa ini. Sinar Matahari, tenaga mikrohidro dan gelombang air laut harus menjadi planning pembangunan energi lebih lanjut.
Disamping itu, pola sikap berhemat dan mandiri dari masyarakat harus giat dilakukan.

trinil - April 17, 2009

sebenarnya tuk PLTS di Indonesia sudah diterapkan begitu juga mikrohidro dan PLTGL, begitupun dengan Angin.
tetapi terkendala oleh investasi ato modalnya.
Tuk PLTS dan PLTAg maupun mikrohidro terkendala akan alamnya. dan letak geografisnya..
Kemudian klo PLTGL terkendala juga oleh geogrofisnya alias tempat yang mempunyai gelombang laut tinggi dan krn tempatnya yang di lepas pantai peengiriman daya yang jauh juga terpengaruh (mahal). dan sebagainya.
Itulah alasan mengapa di negara maju mereka juga menggunakan pembangkit Listrik alternatif, seperti di contohkan, selain dari PLTN.

6. WANDI thok - April 17, 2009

#Buat mas nusantaraku🙄 iya nih mumpung masih kuat.
#Untuk PLTNnya mbah Trinil :
1. Setuju ada pembangunan PLTN, dengan terlebih dahulu mengidentifikasi semua kemungkinan masalah yang terjadi,
2. Pemerintah harus bertanggung jawab penuh, dengan sigap dan cepat menangani setiap kejadian yang mungkin ditimbulkannya.
3. Rakyat/masyarakat sekitar pembangunan jangan ada yang dirugikan.
4. Waktu pembangunan, mbah Trinil diundang😀

trinil - April 17, 2009

Semua itu menurutku itu semua sudah di pikirkan oleh orang2 Bapeten dan BAtan.
Karena ini juga sesuatu yang ga boleh ada kelalaian ato keteledoran.
Wah terima kasih sekali klo aku diundang, suatu kehormatan.

7. WANDI thok - April 17, 2009

Nambah : Jangan pedulikan Amerika, jika sampai nggak setuju. Kasih dia duren pasti rayahan, (apaya bhs Indonesianya rayahan?). Maksimalkan tenaga profesional dalam negri/tidak terburu-buru nyari tenaga luar negeri. Toh tenaga profesional dalam negeri banyak, kayak simbah😀

trinil - April 17, 2009

sepakat..
Klo kita flasback, mungkin di tulisannya mbah nusantara juga ada.
Klo kita tu ga ketinggalan teknologi, misalnya sebenarnya kita dari beberapa tahun yang lalu sudah bisa membuat satelit, n tenaganya asli 100% org Indonesia. tapi yaudahlah..
Klo soal tenaga Profesional Indonesia punya orang2nya, klo kita kroscek di negara2 yang menerapkan PLTN maupun teknologi lain, Orang Indonesia ada disana dan jabatannyapun tak main2, walaupun rata2 sudah tak kewarganegaraan Indonesia lagi, tapi mereka rela buat kembali ke NKRI klo di sini ada sesuatu yang sesuai dengan bidang mereka. Mereka Ikhlas 100% buat membangun Negeri ini…

8. Rian Xavier - April 17, 2009

kalo saya pro saja PLTN, tetapi, satu yang perlu diingat, gunakan tenaga dalam negeri. Orang-orang kita sudah lebih dari cukup untuk mengatasi masalah ini.

9. zee - April 17, 2009

Saya setuju saja dengan PLTN kalo memang bisa mengurangi penggunaan sda & kurangi polusi. Tp jangan lupa harus didukung jg dengan SDM yang kompeten. Boeh saja pakai tenaga dalam negeri, tp apakah mentalnya sudah ok? Asal budget gak dikorup aja.. klo udah korup bisa2 malah jadi kayak kasus situ gintung nanti… serem..

10. hmcahyo - April 17, 2009

jalan-ajalan aja😀

11. Andioka - April 17, 2009

mudah mudahan warga sekitar muria jadi ngerti setelah baca postingan ini mas…

12. Aden Kejawen - April 17, 2009

Gak perlu pada ribut masalah PLTN karena Nuklir itu gak berbahaya kalau ditangani dengan benar!

gak usah takut terhadap berbagai Resiko yang terjadi karena hidup ini adalah kumpulan dari resiko2

PRO PLTN!

13. trinil - April 17, 2009

@ Rian Xavier & Zee : Yupi… Santai boz… SDM kita sih dah ada… Tuk Budget Semua elemen mengawasi, termasuk masyarakat…
@ Mr. Cahyo : Kalo aku sih Walking-walking ja ah…
@ Andioka : Amin… Tapi sayang ada elemen yang sudah menyesatkan pemikiran masyarakat tentang PLTN dengan memberikan penjelasan yang salah, sehingga mereka salah pemikiran.
@ Aden : Sepakat ma aden aku.. Bersemangat ya den…

14. jendri - April 17, 2009

yang kita perlukan tuh solusi…bukan perdebatan…
untuk apa berdebat kalau ga ada solusi…

15. Andre - April 17, 2009

Kalo masalah PLTN sih, mungkin krn belum mampunya SDM indonesia untuk mengikuti aturan..soalnya dalam PLTN segala prosedur harus dilaksanakan dengan hati-hati dan sesuai..kalo tidak yah bakal terjadi bencana besar..

16. Domba Garut! - April 17, 2009

Penguasan teknologi pembangkitan Nuklir bukan hanya semata-mata pada alternatif energi dan lains ebagainya, terlepas dari pertimbangan keselamatan, penguasaan teknologi Nuklir adalah bersifat strategis – dalam artian Nuclear for peace.

Secara pribadi saya mendukung, sebab bangsa yang besar seperti Indonesia, perlu untuk mencukkupi diri akan pengetahuan pengembangan teknologi nuklir untuk damai sembari berjalan mengembangkan pembangkitan dengan metode lain.

17. trinil - April 18, 2009

@ Jendri : Sepakat, kita perlu solusi… Terutama soal teknologi (listrik).. Hehehe…
@ Andre : terima kasih, Indonesia sudah ada punya SDM (Bapeten & Batan; Tuk lembaga) seangkan untuk personal jangan salah lo. Klo memang kita ga da SDM dan tak terencana mengapa Bapeten dan Batan mengsulkan itu? dan mengapa bung karno membuat Batan, klo teknoogi itu ga di manfaatin Nuclear for peace.
@ Mr. Luigi : sepakat saya, ita disamping mengembangkan Nuclear technologi for peace kita juga mengembangkan teknologi alternatif…

18. uwiuw - April 18, 2009

kamu itu PR PLN yah hahahah ampun…tp solusi enegeri yg mudah mungkin PLTN. Tp embel embel huruf N dibelakang itu lumayan besar dan panjang persoalannya. Kita kan ngak mau kayak korea utara dan iran, diganggu terus sama komunitas internasianal

trinil - April 18, 2009

Nuclear for peace… Klo kita benar, ngapa tacut kang…😀

uwiuw - April 18, 2009

hmm good point….kalau aja hubungan antar bangsa itu ngak hipokrit mungkin sy yakin nuclear sebagai solusi. Tapi selama PBB (masudnya amerika, USA, united state) berkata lain maka kita cuma “oh begitu….itukan ngak adil masak cuma kamu aja boleh main nuklir…kami kan jg mau :mupeng:”

trinil - April 18, 2009

Ckckckckck…
Memang, monya menang sendiri…
Anyway busway…
Bersemangat…

19. SanG BaYAnG - April 19, 2009

Kebetulan bulan kemaren saya sempat datang ke lokasi di Bondo,Jepara.
Secara teknik mungkin memadai namun tingkat kedisiplinan kita itulah yang perlu di perhitungkan (karena saya termasuk orang yg kurang disiplin..ehehehe).
Perlu kita cermati seberapa besar tingkat bahayanya dan sejauh mana radiasi yang di timbulkan bila terjadi kelalaian? (bila terjadi kebocoran analisa radiasine sampai australi bung..ito seh katane..)
Tapi walau gimanapun saya berharap 2010 nanti sudah bisa beroperasi,ito seh kalo mampu..

trinil - April 19, 2009

Yupi…
Disiplin kata kuncinya…
Bersemangat….

20. Paijo - Oktober 19, 2009

Menurut komentar saya walaupun secara teknik memadai tapi itu semua tidak ada artinya kalau tingkat kedisiplinan tidak ada, untuk itu perlu dipertimbangkan kehadirannya.
Mengingat dampak dan bahaya yang akan ditimbulkan bila terjadi kecelakaan PLTN.

21. Karin - Oktober 26, 2009

lha mung mau bangun PLTN saja kok repot, kalau bahaya ya gak usah dibangun daripada celakain manusia.
Nuklir bahaya siapkah SDM kita lha mung salah satu prosedur pengoperasian PLTN saja Chernobyl celaka, SDM kita kira2 sagup gak tidak melakukan kesalahan satu prosedur saja, masyarakat yang akan menilainya.
Sekarang ini banyak prosedurn yang dilanggar, jadi berapa kecelakaanChernobyl akan terjadi di Indonesia nantinya.
Milis lain radiasi sangat berbahaya karena tidak bisa dilihat dengan mata telanjang kecuali dengan alat proteksi radiasi dan bahyanya dapat merusak sel tubuh manusia yang berakibat berbagai macam penyakit
, siapkah kita untuk menerima itu?

22. Paimin - Oktober 27, 2009

Kalau kita baca milis tahun 2007 tentang stepmen DC NU Daerah Jepara para Kyai menyatakan PLTN haram karena dinilai sangat merugikan anak bangsa didaerahnya, maka kyai menolak kehadirannya PLTN disemenanjung Muria.
Menurut saya beralasan karena bahyanya radiasi bila terjadi kesalahan ptrosedur pengoperasiaannya akan terjadi kontaminasi radiasi. Dampak radiasi kata ahli nuklir pertama umurnya panjang 30 s.d ribuan tahun kedua bila daerah area yang terkena kontaminasi radiasi maka kehidupan sekitarnya akan terancam keselamatannya? Waduuuh geri kalau gitu.
SDM kita bukan kita tidak percaya tapi SDM kita itu bekerja tidak seperti pejuang tempo dulu tanpa pamrih. SDM kita sekarang ini pamrihnya gede banget, jadi kalau kurang bayarannya gede ngambeke, melakukan kesalahan prosedur besar potensinya keselamatan tidak terjamin.
Sekarang dengan umur dan bahya kontaminasi radiasi yang sangat panjang tadi pemimpin sekarang masih hidup tidak? karena kurang mempersiapkan SDM yang loyal dan handal. Loyal dan handal bila segala pemenuhan hidup dan kehidupan keluarga terpenuhi ya apa ya.
Berpulang pada masyarakat dan para kyai.

23. Bejo - Oktober 29, 2009

Sssssset………….sssssssssset……ribut melulu……..kerja……kerja sependapat memang budaya kita ini yang berpangkat dan menduduki jabatan gaji dan pengghasilan yang halal sudah cukup banyak dan sangat mencukupi untuk hidup dan menghidupi anak sampai dua tiga generasi tapi masih aja korup, bingung kan ini budaya atau kebiasaan? tahu dahhh.
Kembal;i mental kita tidak memiliki daya juang tempo dulu tampa pamrih? setuju adakah sekarang? jarang.
Inilah masyarakat beralasan untuk tidak menerima PLTN karena ya ini celaka yang sampai berpuluh-pulh tahun bahkan ratusan sampai ribuan tahun negi tidak?

24. andi sulaeman - November 12, 2009

mas kita mau ngadain acara seminar pro dan kontra pltn desember mau berpartisipasi ga?

25. andi sulaeman - November 12, 2009

klo tertarik hubungi 085714293165,,sebelumnya terima kasih ya,,

26. Paijo - November 21, 2009

Bahayakah PLTN??????
Prospektif yang sangat mendasar bila terjadi kecelakaan nuklir (PLTN) seperti kasus Chernobyl 24 April 1986 adalah terjadinya kontaminasi sumber radioaktif yang cakupannya sangat luas yaitu 142.000 (seratus empat puluh dua ribu) kilometer persegi, maka dapat kita bayangkan cakupan seluas itu bila PLTN terbangun di Indonesia maka P. Jawa, Bali dan Sumatera dalam arti sebagian besar wilayah Indonesia aka tercemar dan terkontaminasi sumber radioaktif.

Jadi sangatlah beralasan apa kata Karin dan Paimin memberikan statement demikian untuk mempertimbangkan kehadiran PLTN Muria.

27. trinil - November 24, 2009

@paijo, karin, bejo : moral SDM Indonesia sebagian memang seperti yang disebutkan. Tapi kita juga harus optimis bahwa tak semua manusia seperti itu, apalagi orang yang mempunyai ilmu untuk bidang ini pasti mengerti akan dampaknya apabila mereka tidak menjalankan prosedur yang harus dijalani secara benar dan disiplin.
Kita bisa belajar dari pengalaman yang dialami oleh negara2 yang terlebih dahulu menggunakan PLTN, kita ambil positif dan yang benar na aja serta jangan pesimis.

@Andisulaiman : Boleh, tapi dimana diskusi na???

28. Bejo - November 24, 2009

@ Trinil: Sabar…….sabar…… lerem……lerem……gak usah emosi realitis saja mungkin anda ahli nuklir??????
Tapi anda gak pernah bilang bahwa akibat kecelakaan nuklir itu akan menimbulkan paparan sumber radioaktif yang sangat berbahaya bagi umat manusia?????
Konon ceriteranya akibat terkena paparan sumber radioaktif dapat merusak sel tubuh manusia yang berakibat menimbulkan berbagai macam penyakit kanker darah leukimia dalam jangka panjang……. serem kan mendengarkannya????????????????
Apalagi masa paro-nya sumber radioaktif itu sangat panjang puluhan sampai ratusan tahun (Cs-137 30 tahun) kata ahli nuklir luruh-nya Cs-137 sampai 275 tahunan (berapa generasi sumber radioaktif) akan mengancam kehidupan manusia???????????????
Penanggap PLTN Paijo menyodorkan data kecelakaan nuklir Chernobyl 24 April 1986 telah terkontaminasi radioaktif seluas 142.000 kilometer persegi dapat kita bayangkan bila terjadi didaerah P. Jawa yang padat penduduknya?????????
Pernah gak pergi ke tempat para ahli nuklir Serang Banten…..apa yang dikerjakan apa membuat rencana PLTN, tidak malah sibuk mengerjakan tugas Departemen Pertanian???kenapa tidak karena yang dibahas dan dibanggakan padi atau beras melulu sih……….
Berapa banyak untuk biaya yang dikeluarkan pemerintah dari uang rakyat untuk penelitian tapak di Jepara??????????????
Berapa banyak uang yang jalannya gak lurus???????gak tahu kan????? sama.

29. trinil - November 25, 2009

@Bejo : I Know about it. sori klo ga di tuliskan dampak na, tmn2 bs search sendiri, bs lht di link yang ada di atas.
Batan ga hanya ngurusin dr deptan aja lo, beras terbaik INA kan juga slah satu hasil dari penelitian Batan. klo soal dana aku ga tau!!!!!!! hehehe….😀
Klo mo slaen padi n beras hasil karya Batan, ijinkan Batan membuat PLTN n Rudal Nuklir. Hehehe… just kidding.😛
Nuclear for peace

30. Bejo - November 27, 2009

@trinil: kalau mau tahu dampak dari akibat terkena sumber radioaktif selain kita sama-sama ketahui bahawa umur atau masa paro-nya sumber radioaktif yang sagat panjang dan lama seperti yang telah saya sampaikan juga memiliki efek yang sangat merugikan bagi sel tubuh kita (rusaknya sel jaringan tubuh kita).
Bagaimana Mas/Mbak bila sel jaringan tubuh kita rusak oleh sumber radioaktif akan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dan bahkan dapat memutasikan genetika mahkluk hidup.
Efek dan akibat terkena radioaktif tidak sekaligus dirasakan tapi karena sifat dan sistem kerjanya kalau boleh saya katakan sifatnya merusak sel tubuh manusia maka dalam jangka panjang manusia atau mahkluk hidup tadi baru kelihatan dampaknya.
Efek yang mungkin dapat timbul akibat terkena sumber radioaktif antara lain mendapatkan penyakit kanker darah atau leukimia, meningkatnya denyut jantung dan penyakit lain yang sangat bahaya dan membayakan.
Kekuatiran lain sumber radioaktif tidak dapat dibau, dipegang, dirasa dan tidak berwarna sehingga kita semua tidak akan tahu bahwa mungkin disekeliling kita ada sumber radioaktif yang tercecer dan sebagainya.
Ini sangat beralasan karena beberapa waktu lalu adanya dengar pendapat antara Komisi VII DPR, Bapeten dan Batan, Bapeten mengisyarakatkan bahwa di Indonesia telah terjadi 11 kecelakaan nuklir dan hilangnya limbah sumber radioaktif yang beberapa hal masih ditangani yang menurut sepengetahuan saya bahwa ini masih belum diketemukan atau masih membahayakan masyarakat.
Inilah hakekat yang sangat mendasar maka sebagian masyarakat ragu-ragu untuk menerima PLTN, karena terlebih kalau sudah terbangun mega proyek PLTN kira-kira berapa dana yang jalannya tidak lurus sesuai peruntukannya????????????????????
Percaya dan tidak masyarakat yang akan menentukan sendiri, demikian trinil…………………

31. varel - Februari 25, 2010

mo nanya mas,
walaupun nggak mencemari udara, apakah pltn akan mencemari air ataupun tanah mas ?

32. Pemerhati Nuklir - Maret 9, 2010

@Varel: atas pertanyaaan dan keragu raguan anda tentang apa itu radiasi nuklir atau radioaktif maka saya akan mencoba memberikan gambaran tentang radioaktif atau radiasi nuklir sesuai apa yang telah diuraikan pada mailist mailist terdahulu.
1. Sumber radioaktif atau radiasi nuklir ibarat cahaya sinar matahari yang memancarkan sinarnya kesegala arah, sehingga segala macam benda padat, cair dan benda benda lainnya yang tertabrak dan terkena pancaran sinar radioaktif boleh jadi dapat dikatakan telah terkontaminasi radioaktif. Pertanyaannya bagaimana dampak dari segala macam benda yang tertabrak sumber radioaktif tadi??????? Info Batan mengatakan bahwa bila seseorang terkeontaminasi sumber radiasi nuklir dapat mengakibatkan rusaknya sel jaringan tubuh manusia yang mengakibatkan terganggunya kesehatan, sebagai contoh ibarat kendaraan mobil bila salah satu strukturnya (rem, kabel busi dll) tidak berfungsi atau terganggu maka boleh jadi bila kendaraan mobil tadi tetap dipergunakan maka akan mengakibatkan terjadinya kecelakaan yang dapat merugikan banyak pihak. Bagaimana dengan rusaknya sel jaringan tubuh tadi info Batan mengatakan bahwa dampaknya terhadap manusia akan mengalami gangguan yang bermacam-macam mulai mual-mual, muntah, pusing, batuk pilek sampai dengan penyakit tumor, jantung, ginjal dan bahkan terjadinya mutasi genetika terhadap mahkluk hidup.

2. Radiasi nuklir bentuk dan wujudnya ibarat menyerupai siluman karena tidak tampak, tidak bisa dipegang, tidak berwarna dan tidak berbau sehingga keberadaannya tidak dapat diketahui dengan mata telanjang, kecuali menggunakan alat proteksi radiasi. Bagaimana perhitungan besar kecilnya terkena kontaminasi radiasi???? Berdasarkan perhitungan jarak dan waktu dari terdapatnya sumber radiasi, bila jaraknya cukup dekat dengan sumber maka radiasi yang akan diterima akan lebih banyak dan besar dibandingkan yang keberadaannya lebih jauh, perhitungan waktu bila keberadaan kita cukup lama di tempat sumber radiasi akan mendapatkan paparan yang lebih besar dibandingkan oleh seseorang yang beradanya lebih singkat. Waktu ibarat bila keberadaan seseorang selama satu jam menerima paparan radiasi 2,5 m/rem per jam maka selama dua jam akan menerima 5 m/rem.

3. Radiasi yang berbentuk gas dan cair sangat beralasan bila fakta kecelakaan reactor nuklir Chernobyl 1986 wilayah yang terkontaminasi seluas 142.000 kilometer persegi, tertunya reactor mengalami panas yang tidak terkendalikan sehingga kekuatan ledakannya seperti halnya ledakan bom nuklir, maka terjadilah material padat debu berhamburan keluar terbawa angin kencang pula dan beberapa material baik padat, cair dan gas berhamnburan terbawa aliran sungai, laut dan sebagainya.

4. Radiasi karena sifat dan bahayanya tersebut sangatlah beralasan bila sebagian besar masyarakat wilayah Jateng Jepara menolak kehadirannya, mudah mudahan memberikan tambahan wawasan pada kita semua.

33. Evi, S.Pd - April 20, 2010

@Trinil, Bejo, Varel n Pemerhati Nuklir: Hebaaaaaaaaaaaattttttttttt ……..hebatttttttttttttttttttttt ulasan teorinya terlebih pengungkapan kasus kecelakaan reaktor nuklir yang terjadi di Chernobyl 25 April 1986 yang lalu, kalau demikian teorinya apakah para ahli sudah mengakui memang benar adanya teori ini kalau teori ini dianggap tidak benar tentunya para ahli untuk segera menjawab dan membantah ataupun membenarkan teori ini sehingga kita orang awam tidak dibuat bingung untuk menentukan hidup dan kehidupan dimasa mendatang terutama bisa memprediksikan hidup dan kehidupan anak cucu kita kedepan nantinya.
Terlebih statemen Trinil mengakui bahwa “moral SDM Indonesia sebagian memang seperti yang disebutkan”, maka untuk menyongsong dan menghadapi hal2 tidak inginkan bersama mari kita persiapkan diri dengan baik dan benar untuk menghadapi itu semua dan tentunya mempersiapkan dengan baik.
Cukup rumit memang untuk mempersiapkan kesempurnaan baik teknologi maupun moral kita yang sama2 harus terbangun secara berimbang tidak pincang karena kalau masih pincang sebaiknya perlu ……… dan sangatlah beralasan memang kalau kita amati gerakan calon tapak yang ada di daerah Jepara Balong akhir2 ini menentang kehadirannya.

34. Parman - Mei 27, 2010

@Evi: Menurut saya apa yang telah diuraikan diatas itu semua berasal dari ahlinya dan masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda, coba saja kita siman ada yang memiliki penguasaan teknis tentang nuklir, ada pula yang memiliki pengamatan dan analisa betapa hebatnya kecelakaan nuklir Chernobyl.
Jadi apa lagi yang perlu dijelaskan oleh ahli yang lain, masalah-masalah lain aku gak ikutan ah.

35. trinil - Juni 3, 2010

@Bejo, Pemerhati nuklir, varel evi : saya ga menafikan akan dampak kebocoran nuklir. Tapi jika PLTN itu di bangun dan dioperasinalkan sesuai dengan standard yang berlaku, masalah tersebut tak akan pernah terjadi. Kita lihat, negara yang menggunakan PLTN dan pernah mengalami kebocoran seperti USA, Japan, dll mereka menghentikannya??? Jawabannya TIDAK. Kita Indonesia bisa belajar dari masa negara2 yang pernah mengalami itu, agar kejadian tersebut tidak terjadi di NKRI ini.
Memang benar kita juga harus memakai energi alam yang tersedia di Indonesia, seperti Panas Bumi, Tenaga Surya, Tenaga Angin, Gelombang Laut, Mikrohidro dll. Tapi Itu semua juga mempunya kendala2nya (Lihat jawaban tari urutan komentar no 5 diatas).
Terima Kasih….

36. Bejo - Juni 11, 2010

Trinil, Parman:Harapan kita tentunya semua hal yang dilakukan harus dilakukan sesuai standar, SNI misalnya mungkin ini semua tidak kurang-kurangnya didengungkan oleh banyak pemimpin di negeri ini terlebih pemimpin yang membidangi proyek yang memiliki dampak yang sangat berbahaya. Tapi tampaknya percaya atau tidak hal ini tidak diresapi oleh pelaksana staf dibawahnya sehingga standar yang diharapkan seringkali dilanggar, kalau mbak mempunyai kemampuan untuk menerobos didalamnya akan dapat menilai …………?????????????

Kemungkinan terjadinya ketidakpastian ada dan bila ini dipaksakan mungkin dapat berakibat prontal hancur lebur seketika sehingga diskusi kita tidak bisa berlanjut lagi, tapi secara lambat tapi pasti kalau tidak prontal dampaknya banyak akan bermunculan berbagai hal yang aneh akibat dampak ……………………… tadi.

37. Bejo - Juni 11, 2010

Trinil, Parman : ada kalimat yang tertinggal sedikit “Bicara USA, Japan dll, dalam data yang telah kami kutip dari berbagai media dan informasi negara tersebut merupakan jajaran negara makmur dan maju mbak sehingga pengucuran dananya sangatlah deras untuk menanggani musibah, lha kalau musibah lumpur yang jinak saja tidak dan sangatlah lambat penyelesaiannya a[alagi penanganan yang gak jinak dan bicara gaji konon ceriteranya di negara maju gaji 1 bulan bisa untuk hidup 3 s.d 5 bulan kedepan
Katanya lho mbak ……………….???????????”

38. galuh.. - Oktober 25, 2010

sekarang gak ush ada perlu flash back oleh kjadian yang masa lalu di Rusia…
PLTN harus tetep dijalankan demi masyarakat…
pro kntra sudah biasa tapi bila sudah terlihat hasilnya masyarakat pun akan memngerti…

39. Riyadin - Januari 6, 2011

Mungkin inilah salah satu kelemahan kita,yaitu tidak berani ambil resiko, hanya menjadi save player atau follower saja, takut kegagalan orang lain menimpa kita juga, enggan mengikuti keberhasilan orang lain kalau tidak yakin 100%. Tapi di dunia ini adakah hal-hal tersebut berjalan 100%? Dunia ini adalah ketidak pastian, kalaupun ada kepastian maka kepastian itu adalah ketidak pastian itu sendiri. Terlepas dari pro dan kontra PLN, kita harus sadar bahwa energi dari fosil pasti akan habis walau kita tidak tahu kapan akan terjadi. Dan hanyalah kita manusia sebagai satu-satunya makhluk hidup yang mengais-ngais bangkai makhluk hidup lain yang sudah ribuan tahun(fosil)untuk memenuhi kebutuhan energinya. Memang sangat disayangkan kita sebagai negara yang sangat dianugerahi karunia alam yang maha lengkap dan dahsyat namun belum mampu memanfaatkannya secara maksimal, mungkin ini juga disebabkan oleh mentalitas kita yang masih dibawah bayang-bayang trauma yang berkepanjangan akibat penjajahan bangsa yang hampir 4 abad lamanya sehingga masih bermental sebagai buruh, penakut, peniru dan belum bermental wirausaha mandiri. Tidak ada bangsa besar yang tidak pernah mengalami kejatuhan, mereka besar akibat kesalahan dan kejatuhan namun mampu bangkit dengan semangat dan visi yang baru.Kini kita harus sudah melangkah jangan lagi hanya sebatas wacana dalam mencari sumber energi alternatif baik dari tumbuhan, air, angin, cahaya matahari, bahkan termasuk nuklir bila perlu. Jangan hanya NATO (No Action Talk Only) termasuk bila perlu kita hentikan semua eksport suumber daya energi kita, semua kita gunakan untuk kebutuhan dalam negeri, kenapa? Kalau kita bisa launching “Desa mandiri energi”, kenapa pula kita tidak buat visi yang lebih besar “Negara Mandiri Energi”??

40. ALFANI LSM GEMPAR - Maret 25, 2011

Kalau saya diluar zona radiasi tentu 100% akan setuju namun karena salah satu faktor PLTN didirikan didaerah kami karena alasan masyarakatnya sedikit membuat kami berang, kami masyarakat Muntok bukan binatang nyawa anak cucu kami walau sedikit namun lebih berharga dari pada penjilat dan koruptor..yang setuju silahkan bangun didaerah anda….go to hell PLTN

41. kahfi - Maret 26, 2011

PLTN saya rasa belum layak di terapkan di Indonesia. banyak faktor yang menyebabkan indonesia belum bisa membangun PLTN, antara lain sumber daya manusia, mental,dan kondisi indonesia yang rawan gempa dan gunung merapi, pertentangan terhadap akan bahaya nuklir. Jepang saja yang negaranya maju dan disiplin SDMnya merasa kewalahan akan musibah tersebut. apalagi kita, coba anda bayangkan. Apakah kita mampu melawan kehendak alam akan gempa dan gunung merapi ataupun tsunami setelah kita PLTN di bangun, dan menyebabkan kebocoran/ledakan?? berapa banyak orang yang harus menderita kehilangan tempat tinggal akibat lumpur lampindo, karena kecerobohan orang indonesia??. semakin canggih teknologi maka akan semakin rumit pula cara menangani masalah yang di timbulkannya.. kita ketahui ledakan di reaktor nuklir di Fukushima Daichi di unit reaktor ke-1(12/3/2011) di ikuti reaktor ke-3(14/3/2010)dan ke-2(15/3/2011) dan akhirnya reaktor ke-4. mengakibatkan kebocoran radiasi hingga dosis radiasi mencapai 400,000 mikroSv/jam. itu artinya bahwa ini dapat menggangu kesehatan tubuh dan keselamatan jiwa banyak orang. Data Batan menyebutkan dosis radiasi sangat tinggi, sebesar 100 ribu mSv akan membunuh seketika. Sedangkan dosis 10 ribu mSv kemungkinan juga akan membunuh tetapi setelah beberapa hari atau minggu,
Pada dosis 3.000-4.000 mSv, kemungkinan untuk bertahan hidup sekitar 50 persen. Dosis yang tinggi ini bisa merusak usus yang menyebabkan muntah-muntah dan diare atau merusak tulang sumsum sehingga melemahkan produksi sel darah merah.
apakah negara kita mampu meng-antisipasi bencana radiasi kalo PLTN jadi dibangun di Indonesia???. negara kita kaya dan banyak pula orang-orang yang pintar kenapa tidak dimanfaatkan mereka untuk mencari energi alternatif lain, seperti: solar voltage, wind power, tidal power, bio-energy, dll. Kenapa nuklir yang menjadi jalan terakhir untuk menaggulangi kerisis energy di massa depan kalau energy dari fosil habis??? saya pribadi kurang setuju kalo pemerintah jadi membangun PLTN di Indonesia, tetapi seandainya pemerintah bersikekeh untuk tetap membangun, saya menyarankan pemerintah harus belajar dari kecelakaan reaktor di chernobyl dan jepang dalam mengantisipasi ledakan/bocornya reaktor sebelum benar-benar membangun PLTN. Damai untuk INDONESIAKU..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: