jump to navigation

kebodohan April 28, 2009

Posted by trinil in hari-hari q, Puisi.
trackback

Aku tau dia sekarang
karang yang diterjang ombak
dia hanya seorang wanita biasa
yang ingin dilihat kuat dimata yang lain
Dia rapuh seperti pohon tua yang di luar kuat
saat angin kencang datang
tumbanglah dia
aku merasakan apa yang dia rasakan
karena aku juga ada dalam posisi dia tapi dalam konteks berlawanan
rembulan yang selalu ada di dimalam-malamku
redup tertutup awan gelap dilangit
hati ini ingin berontak
aku ingin terbang ke langit tuk mengusir awan itu
aku ingin rembulan itu tersenyum kembali
ceria dengan cada tawanya
ku coba tuk menghibur
tapi tak sampai
aku hanya lelaki bodoh yang menyadarinya setelah dia pergi
aku tahu dia datang padaku dan mengatakan itu
tapi aku hanya lelaki bodoh tentang wanita dan cinta
andaikan kesombang diri ku lebur demi rasa
aku takkan menjadi bodoh
Masihkah ada kesempatan kedua??
kebodohan yang ku bayar dengan doa saja…
Tuhan, aku ingin dia bahagia.
Hilangkan semua penyakit itu Tuhan
Aku tak ingin orang yang ku kasihi menyakiti dirinya sendiri..
Aku mohon buat dia tersenyum bahagia kembali sedia kala…
Klo Kau memberi kesempatan tuk bertemu dia kembali
kuatkan aku tuk berkata
“Maafkan aku atas kebodohan yang tejadi”
jangan sampai aku mengulang kebodohan tuk kedua kalinya.
Terima kasih Tuhan karena engkau telah mempertemukan aku dengannya.

Komentar»

1. angga putra - April 29, 2009

1. Bila seorang wanita mengatakan dia sedang bersedih,tetapi dia tidak meneteskan airmata,itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya.

2. Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya,lebih baik kamu beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu menegur dengan ucapan maaf.

http://anggakoe.wordpress.com/2009/04/28/30-rahasia-wanita-yang-harus-pria-ketahui/#more-126

best regards,

2. jendri - April 29, 2009

memaafkan tindakan mulia tapi memohon maaf adalah tindakan yang sangat mulia…

3. SanG BnYAnG - April 30, 2009

Amiin..

Semoga kebodohan itu tidak terulang hingga membuat diri menjadi ra mudengan..ehehehehe..

4. livia - April 30, 2009

beh…ungkpan hati yaw mas….

5. ~noe~ - April 30, 2009

siapa dia, om?

6. JAUHDIMATA - Mei 1, 2009

Jangan bersedih masih banyak yang lain.

7. hidayat - Mei 1, 2009

sejak dulu beginilah wanita…
loh…he3x

8. trinil - Mei 2, 2009

@Angga & Jauh dimata : Makasih
@Jendri : Alhamdulillah
@Sangbayang : Amin…
@Livia : Yupi…
@Noe : Wah.. ada deh..
@Hidayat : Wah saya baru tahu…
@All : Terima kasih dan tetap bersemangat…

9. WANDI thok - Mei 2, 2009

Kok Tuhan meneh sih, biasa to mbah? diganti hantu dong😀

10. WANDI thok - Mei 2, 2009

Koreksi :
Welcome to Trinils Blog. Don’t forget to give ur comment
Apa nggak
“Wellcome to Trinil’s Blog. Don’t forget to give us atawa give me comment”

11. trinil - Mei 2, 2009

@ babe : Wah be, klo hantu sini ga da… Danya mbak kunti ma mas cong. Ckckckck. jangan lupa berkomentar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: