jump to navigation

Terima kasih Tuhan Mei 17, 2009

Posted by trinil in berita, hari-hari q.
trackback

Tuhan yang maha sempurna dan tak terbatas kuasanya dalam memelihara dan menjaga alam semesta ini. Tuhanlah yang telah memberikan kita kesempatan untuk menghirup udara pagi dan merasakan pancaran sinar matahari yang terasa hangat maupun panas, Dia juga yang memberikan kita anugerah yang tak terbatas dan tak terhitung jumlahnya. Kematian hanya Dia semata yang tahu, kemanapun kita sembunyi tak akan luput dari kematian bila saatnya tiba. Anugerah yang melimpah diberikan-Nya dari hal kecil yang tak kita rasakan hingga sesuatu yang bisa kita rasakan,  semua itu adalah aplikasi dari kasih sayang Tuhan kepada umatnya.

Sudah beberapa hari aku diberikan Tuhan dengan kurang sehatnya badan ini sehingga aku harus istirahat di kontrakan, aktifitas kerja dan sebagainya harus aku relakan untuk ditinggal karena jika aku tak meuruti dokter aku yakin semakin tambah sakit badan ini. Kurang olahraga, tak teraturnya pola makan dan kurangnya istirahat yang cukup, menyebabkan Tuhan mengingatkan aku akan pentingnya hal tersebut dengan mendatangkan sakit ini. Setelah beberapa hari cuma ada di dalam kamar, aku merasa dah fit untuk keluar dari sarang aku selama ini melakukan penyembuhan dan bertapa. Selama aku sakit fasilitas motor aku dipinjam teman sehingga aku tak bisa pergi dan kalau mau membeli sesuatu aku harus minta tolong kepada mereka untuk membelikanya (kebiasaan meski sakit tetap jalan-jalan, ckckckck…). Kemarin aku sudah merasa baikan dan aku pergi ke sekre dengan jalan kaki karena tak ada motor sekalian sholat Jum’at siangnya, untungnya tempat tinggal baru aku tak terlalu jauh dari sekre. Rencana aku sore mau mulai kerja lagi, akupun sms teman buat jemput aku dan sampai aku pukul 5 sore tak kunjung datang tiba-tiba hpku beredering membangunkan tidur lelap aku. Teman aku mengajak aku untuk ikut ke Negara menghadiri basic traning, sehubung aku lama ga pernah liburan sekalian aja aku iyain palagi teman aku tak kunjung datang.

Kita berangkat menuju Negara jam setengah enam sore. Diperjalanan benar-benar membuat aku tegang, bagaimana tidak jalan raya yang begitu padat dengan kendaraan-kendaraan berat seperti Truk Jawa-Bali dengan Bus malam yang mau ke pulau jawa. Sedangkan kita mengendarai motor dengan kecepatan tinggi ditambah dengan adanya kerusakan parah jalan utama Bali jalur selatan terutama di wilayah kabupaten Tabanan. Kita hampir saja mengalami kecelakaan sebanyak 3x, pertama sewaktu mau mendahului Bus Gunung Harta tujuan Tulung Agung tiba-tiba bus bergesert ke kanan, sedangkan kitra sudah sampai setengah badannya dan posisi sebelah kanan kita adalah jurang (posisi di atas jembatan) dan aspalnya berpasir, untungnya Allah masih melindungi kita dengan cara teman aku langsung ngerem depan dan belakang dan tidak sampai masuk ke selokan jembatan plus tak ada selip ban. Setelah itu jalan raya yang super parah hancurnya kita lewati. Setelah masuk wilayah kabupaten Jembrana jalan sudah mulai bagus tapi disini kita hampir terjadi kecelakanan kedua yaitu waktu mau mendahului truk kargo didepan ada pick up melaju kita berpikir karena jalan yang lumayan lebar dan sepi sehingga masuk tak apa-apa tapi ternyata pick up depan tidak mau bergeser ke kanan malah bergeser kekiri kearah kita, untungnya truk kargo tersebut langsung bantig kekiri, saat bersamaan menyebut nama anjing dengan keras untuk mengatai pick up tersebut karena setelah lewati kita pick up tersebut kembali ke jalan yang benar yaitu tak terlalu tengah. Ketiga yaitu tiba-tiba ada anjing menyeberang dan hampir nabrak kita, kita kaget dan mencoba menghindar, seandainya di belakang kita ada kendaraan lain mungkin kita dah di sodok ma kendaraan tersebut.

Tak lupa rasa syukur dan terima kasih di panjatkan kepada Tuhan, dari hal-hal tersebut aku menyadari bahwa Tuhan mengingatkan kepada kita agar berhati-hati dan jangan sampai melakukan hal itu dan selalu mengingaty dirinya.

Terima Kasih Tuhan

Komentar»

1. JAUHDIMATA - Mei 17, 2009

alhamdulillah..

2. nohan - Mei 17, 2009

alhamdulillah
uakeh sing melu ndonga

3. Siti Fatimah Ahmad - Mei 17, 2009

Sesungguhnya tuhan tahu kemampuan yang sesuai untuk tubuh kita. Cuma kita yang selalu lalai dengan apa yang ada pada kita. Oleh itu, didatangkan sedikit dugaan sebagi tanda kasih sayang untuk kita mengingati betapa nikmati sihat amat berharga apabila kita sakit. Terima kasih atas kunjungan ke laman saya. Senang dengan ziarah saudara.

4. WANDI thok - Mei 18, 2009

Kesusu kui sebagian dari kebiasaan syaithon mbah.
Luwih penting endi, nyawa apa acarane mbah?🙄
Syukurlah udah sehat mbah, kirain ………😀
Lagian baru sehat malah jalan2, nganjingi pic up lagi, yauwis, dikasih anjingnya sekalian😀
Jangan bilang “Untung ada saya, untung gak ada kendaraan, dan semacamnya mbah” Harusnya di edit, “untung Alloh masih memberikan keselamatan”, karena itu termasuk ke dalam perkara syirik kecil, membanggakan kebesaran selain Alloh. ^O^.

5. ekaria27 - Mei 18, 2009

Mas.. serep nyawa ada berapa?
Baru juga sembuh udh sabung nyawa lagi..
Hati2 ya mas
and sembah Syukur kepada Yanga Maha Kuasa 🙂

6. umu kamilah - Mei 19, 2009

Alhamdulillah ya…jadinya bisa lebih hati-hati kan kalo ada pengalaman yang mendebarkan kayak gitu…BTW…kata mutiaranya dalam banget tuh…

7. trinil - Mei 20, 2009

@ Jauh dimata & nohan : Alhamdulillah, semoga Allah selalu melindungi kita smua.
@ Mrs. Sitin : Alhamdulillah Allah masih sayang kepada umatnya. Sama2….
@ Babe Wandi : Siap babe… Hehehe… Dah aku edit, makasih dah mengingatkan…
@ Miss Eka aja : Satu kok… Cuma Tuhan masih sayang aku aja, makanya di balikin lagi, blom merried sih… ckckckck…
@ Umu Kamilah : Alhamdulillah… Semoga kita bisa selalu bersyukur…

8. biro konsultan - Mei 28, 2009

kita harus pandai bersyukur

trinil - Mei 29, 2009

Siip…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: