jump to navigation

Anggaran Dana Desa di Kecamatan Pitu April 30, 2017

Posted by trinil in Pendamping Desa.
add a comment

Seperti yang kita ketahui saat ini berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, setiap Desa di NKRI memperoleh Dana yang dianggarkan dari APBN yang dinamakan Dana Desa (DD), sebagai bentuk dari pengakuan Negara terhadap keberadaan Desa dan dikelola secara penuh oleh Desa. Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, Desa mempunyai pendapatan yang bersumber dari 3 item yaitu, Pendapatan Asli Desa (PADesa), Transfer, dan pendapatan lain. Pendapatan transfer salah satunya adalah Dana Desa (DD).

Besaran DD untuk setiap Desa dialokasikan secara berkeadilan berdasarkan Alokasi Dasar dan Alokasi Formula. Alokasi Dasar berpedoman pada Peraturan Presiden tentang Rincian APBN. Alokasi Formua dihitung berdasarkan bobot sebagai berikut :

  1. 25% untuk jumlah penduduk;
  2. 35% untuk angka kemiskinan;
  3.  10% untuk luas wilayah;dan
  4. 30% untuk tingkat kesuliatan geografis.

Berdasarkan Peraturan Bupati Ngawi Nomor 7 Tahun 2017 tentang Dana Desa Tahun Anggaran 2017 (Berita daerah Kabupaten Ngawi Tahun 2017 Nomor 07), penerimaan DD TA 2017 di Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi sebagai Berikut :

  1. Desa kalang : Rp. 803.604.000,00
  2. Desa Pitu : Rp. 840.974.000,00
  3. Dumplengan : Rp. 816.224.000,00
  4. Selopuro : Rp. 842.753.000,00
  5. Karanggeneng : Rp. 794.308.000,00
  6. Ngancar : Rp. 796.690.000,00
  7. Cantel : Rp. 787.562.000,00
  8. Papungan : Rp. 797.365.000,00
  9. Banjarbanggi : Rp. 815.692.000,00
  10. Bangunrejo Lor : Rp. 816.049.000,00

Menjadi Pendamping Desa April 24, 2017

Posted by trinil in hari-hari q, Pendamping Desa.
add a comment

Hallo kawan-kawan, lama juga aku ga update post.

semoga setelah post ini aku semakin rajin akan post update, dan tentu saja blog ini mempunya ciri utama, semau saya, tidak ada hal khusus, karena ini adalah blog pribadi. hehehe..

Cerita Dimulai…

Tahun 2015, aku dapat telepon dar sepupuku di kampung, dia menanyakan apakahaku tidak tertarik untuk kembali ke kampung halaman ku di Ngawi.

Saat itu aku yang masih mempunyai pemikiran akan kebebasan dimana jauh ingin jauh dari orang tua dan bla-bla-bla, tentu saja menolak tawaran sepupuku itu. Ujung-ujungnya sepupuku melobi ibuku, untuk menawari aku.

Dengan pertimbangan akan usia orang tua yang sudah diatas 60 tahun, aku mencoba berpikir kembali akan tawaran tersebut. Akhirnya aku terima tawaran untuk kembali ke Ngawi, tapi pekerjaannya apa ya ?

Sepupu ku menawariku untuk mengikuti seleksi penerimaan pendamping desa tahun 2016, dengan pertimbangan adalah pengalaman organisasi ku ketika di kampus dan pengalaman akan permberdayaan masyarakat yang pernah aku geluti.

Bahkan sebelum dibuka pendaftaran aku sudah keluar dari perusahaan saat itu, dan selama beberapa bulan sambil menunggu dibukanya pendaftaran aku menjagakan pengeluaran ku dengan tabungan yang aku sisihkan selama bekerja.

proses dari pendaftaran, mengirim berkas, mengikuti tes tulis, psikotes, akirnya dapat kiriman email bahwa aku diterima, dan diundang untuk mengikuti pra-tugas di Surabaya, bulan Oktober-November 2016 (12 hari). Pada tanggal 9 November 2016 Bapemas Provinsi Jawa Timur mengeluarkan Surat Perintah Tugas (SPT) berlaku sampai dengan 31 Desember 2016, dimana aku ditugaskan di Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi.

Setelah mendapatkan SPT dan membuat Surat Perjanjian Kontrak (SPK), aku langsung menuju ke kantor kecamatan untuk melakukan pengenalan dan koordinasi serta menyerahkan fotokopi SPT. Tak lupa aku juga mengunjungi Desa-desa yang ada di seluruh kecamatan untuk pengenalan.

Dari situlah dimulainya petualangan ku menjadi pendamping Desa Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi.