jump to navigation

Sistem Pendidikan Juni 22, 2011

Posted by trinil in berita.
Tags: , , , ,
trackback

Setiap tahun kita selalu mendengar akan masalah tentang sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Masalah tentang Ujian Nasional dan juga yang terbaru adalah masalah contek masal.

Pendapat TB tentang Sistem Pendidikan Nasional
Menurut TB Ujian Nasional itu tidak diperlukan diadakan. Jadi yang ngadain ujian kelulusan suatu sekolah adalah sekolah tersebut. Tapi dalam menentukan standar dan kisi-kisi materi yang diajarkan atau yang di ujikan berasal dari pusat/nasional. Standar dan kisi-kisi tersebut haruslah secara nasional kecuali beberapa materi lokal. Maksudnya agar ada standar pembelajaran untuk pendidikan nasional, dan bukan standar nilai seperti saat ini. Begitu juga untuk sekolah, harus jujur dengan keadaan siswa yang ada, karena yang melihat apakah siswa tersebut pantas atau tidak untuk ke jenjang selanjutnya adalah sekolah. Jadi kalau saja siswanya belum pantas untuk ke jenjang selanjutnya jangan di luluskan. Kejujuran dari sekolah yang di perlukan disini. Dan di sekolah juga pembelajaran tidak hanya bersifat materi-dan materi melainkan juga nilai-nilai moral harus di sampaikan.
Untuk soal ujiannya pun jangan berupa pilhan ganda saja, karena jika hanya pilhan ganda maka tida menjamin kwalitas penerimaan siswa terhadap materi benar-benar bisa diterima oleh siswa, bisa saja siswa memilih jawaban hanya karena tebak-tebakan atau keberuntungan saja. Ujian easy menurut TB yang utama. Ditekankan juga bahwa siswa jangan smpai menjawab jawaban easy tersebut sama persis dengan materi yang disampaikan (Copas), disini akan ketahuan kwalitas penerimaan materi siswa tersebut.
Pihak sekolah juga harus selalu menggali potensi2 yang ada di siswa, dan juga mengadakan evaluasi dan perbaikan sistem pembelajaran di sekolah.
Begitu juga dengan pusat, harus melihat dan mendengar kondisi yang ada di lapangan sebenarnya. seperti kondisi infrastruktur dan fasilitas sekolah harus memadai. Kemudian kesejahteraan dan standarisasi guru juga di perlukan.
Kemudian sekolah juga harus di standarkan, jangan sampai seperti saat ini, ada namanya sekolah standar internasional(SSI), sekolah standar nasional(SSN), sekolah tanpa standar (STS). karena dengan standar sekolah yang dah ditetapkan tidak perlu lagi pembagian-pembagian standar lagi seperti saat ini. Standar disini jangan cuma nama dan slogan saja. selanjutnya sekolah hanya tinggal bersaingan dalam kwalitas pendidikan, tidak lagi dilihat dari depannya SSI atau SSN atau STS. Intinya sekolah dimanapun di negeri ini sama saja.
Sedangkan untuk masuk perguruan tinggi ada namanya ujian masuk perguruan tinggi. yaitu melalui ujian nasional (SNMPTN) untuk PTN, dan Ujian Masuk PT (PTN atau PTS). Untuk pmdk atau beasiswa juga diperlukan. Dan jangan sampai masuk PT karena adanya kkn.

Panjang banget ni TB ngomongnya ya… Tapi yang jelas MAJU PENDIDIKAN INDONESIA

Komentar»

1. haribest - September 26, 2011

masalahnya sepele saja yaitu karena negara nda punya tujuan pendidikan yang jelas. Kalo dalam Islam tujuan penddikan adalah untuk membentuk generasi yang bertaqwa

2. Top Bola - November 7, 2015

Entah mau bangga atau tidak bangga tapi untuk saat ini sistem pendidikan kita sudah ketinggalan dibanding negara ASEAN lainnya. Masalah kurikulum yang harus ganti disetiap tahunnya juga menjadi penyebab.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: