jump to navigation

Menjadi Pendamping Desa April 24, 2017

Posted by trinil in hari-hari q, Pendamping Desa.
add a comment

Hallo kawan-kawan, lama juga aku ga update post.

semoga setelah post ini aku semakin rajin akan post update, dan tentu saja blog ini mempunya ciri utama, semau saya, tidak ada hal khusus, karena ini adalah blog pribadi. hehehe..

Cerita Dimulai…

Tahun 2015, aku dapat telepon dar sepupuku di kampung, dia menanyakan apakahaku tidak tertarik untuk kembali ke kampung halaman ku di Ngawi.

Saat itu aku yang masih mempunyai pemikiran akan kebebasan dimana jauh ingin jauh dari orang tua dan bla-bla-bla, tentu saja menolak tawaran sepupuku itu. Ujung-ujungnya sepupuku melobi ibuku, untuk menawari aku.

Dengan pertimbangan akan usia orang tua yang sudah diatas 60 tahun, aku mencoba berpikir kembali akan tawaran tersebut. Akhirnya aku terima tawaran untuk kembali ke Ngawi, tapi pekerjaannya apa ya ?

Sepupu ku menawariku untuk mengikuti seleksi penerimaan pendamping desa tahun 2016, dengan pertimbangan adalah pengalaman organisasi ku ketika di kampus dan pengalaman akan permberdayaan masyarakat yang pernah aku geluti.

Bahkan sebelum dibuka pendaftaran aku sudah keluar dari perusahaan saat itu, dan selama beberapa bulan sambil menunggu dibukanya pendaftaran aku menjagakan pengeluaran ku dengan tabungan yang aku sisihkan selama bekerja.

proses dari pendaftaran, mengirim berkas, mengikuti tes tulis, psikotes, akirnya dapat kiriman email bahwa aku diterima, dan diundang untuk mengikuti pra-tugas di Surabaya, bulan Oktober-November 2016 (12 hari). Pada tanggal 9 November 2016 Bapemas Provinsi Jawa Timur mengeluarkan Surat Perintah Tugas (SPT) berlaku sampai dengan 31 Desember 2016, dimana aku ditugaskan di Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi.

Setelah mendapatkan SPT dan membuat Surat Perjanjian Kontrak (SPK), aku langsung menuju ke kantor kecamatan untuk melakukan pengenalan dan koordinasi serta menyerahkan fotokopi SPT. Tak lupa aku juga mengunjungi Desa-desa yang ada di seluruh kecamatan untuk pengenalan.

Dari situlah dimulainya petualangan ku menjadi pendamping Desa Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi.

Selamat Tahun Baru 2016 Januari 1, 2016

Posted by trinil in hari-hari q.
1 comment so far

Tak terasa tahun 2015 telah berlalu, kini saatnya kita menempuh tahun 2016.

Semoga di tahun 2016 ini semua resolusi tahun 2015 yang belum terlaksana dapat terlaksana di tahun ini. Semoga perjalanan tahun 2015 dapat dijadikan pelajaran untuk tahun 2016 ini.

Sekali lagi, Selamat Tahun Baru 2016

Hanya Jalan TAK ADA Trotoar, selokan ??? November 6, 2012

Posted by trinil in hari-hari q.
5 comments

Jalan, selokan dan trotoar tidak lah dapat dipisahkan, karena ini merupakan satu paket dalam perencanaan tata ruang suatu perkotaan. Tapi sayang seribu sayang banyak perkotaan yang tidak mepaketkan ketiga hal tersebut. Jalan merupakan suatu prasarana yang diperuntukan untuk transportasi darat (kendaraan). Trotoar merupakan fasilitas yang digunakan untuk keamanan pejalan kaki di jalan, sedangkan selokan adalah saluran untuk mengalirkan air hujan / air pembuangan  ke suatu tempat agar tidak menjadi masalah bagi lingkungan dan kesehatan. Untuk pembangunan ketiga fasilitas tersebut dibutuhkan suatu pengukuran dan pengerjaan yang terencana, karena semua ada standar masing-masing. Tapi apakah semua tersebut sudah dikerjakan sesuai dengan standarnya ? apakah sudah dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya masing-masing? kita coba tanya pada masing-masing.

Berbagi Pengalaman

Saat ini kota Denpasar merupakan salah satu kota yang tidak bagus dalam manajemen transportasi darat (khususnya jalan, trotoar dan selokan). Karena jika anda berjalan kaki di jalanan kota Denpasar anda akan sulit menemukan trotoar, kalaupun ada kebanyakan sudah rusak atau beralih fungsi. Begitu pula dengan jalan, meski ada jalur khusus untuk sepeda tetapi dalam implementasi jalan tersebut digunakan untuk parkir kendaraan roda 4. Selokan adalah yang paling parah, Jika anda melalui jalan utama/primer, memang selokannya terlihat rapi dan bagus, meski ada yang tidak mengalir salurannya. Tapi kalau anda masuk ke kawasan padat penduduk, selokannya sudah kecil, banyak sampah dan buntu, jika hujan pasti jalnnya banjir. Ada satu jalan yang ujung-ujungnya ada saluran air yang besar (Jalan Tukad Languan) tapi sepanjang jalan itu selokannya tidak mengalir ke salah satu saluran air besar, di ujung-ujungnya tertutup oleh tanah bekas pembangunan. Begitu pula jika anda melewati gang-gang yang ada rata-rata tak ada selokan sama sekali (jalan = selokan) contoh Jl. Bu Aji gang 26 dan gg. Jingga, dan masih banyak lagi.
Trotoar adalah hal yang langka kalau kita pergi ke Denpasar, bisa di hitung jalan-jalan yang terdapat trotoar. Trotoar-trotoar yang ada pun banyak diantaranya yang rusak dan tidak ada terpasang tanda untuk para pejalan penyandang disabelitas, padahal di belakang kampus unud sudirman banyak masyarakat yang menyandang disabelitas, tapi fasilitas untuk mereka kurang.

masih banyak lagi, tapi untuk saat ini sampai disini dulu.

Trayek Utama dan Trayek Pengumpan (Kota Denpasar) Trans Sarbagita Oktober 5, 2012

Posted by trinil in hari-hari q.
Tags: , ,
5 comments

Kemacetan merupakan hal yang sudah biasa dijumpai di kota-kota metropolitan, tak terkecuali di Bali Selatan. Untuk mengatasi kemacetan tersebut pemerintah propinsi Bali telah membentuk UPT Trans Sarbagita, yang berada di bawah Dinas Perhubungan, Informasai dan Komunikasi Propinsi Bali, dengan mengoperasikan sarana transportasi massal bus Trans Sarbagita. Trans Sarbagita direncanakan akan melalui 4 (empat) wilayah administratif kota/kabupaten di propinsi Bali yaitu : Kota Denpasar, Kab. Badung, Kab. Gianyar, dan Kab. Tabanan. Terdapat 17 Trayek Utama Trans Sarbagita yaitu :

  • Koridor 1, Rute : Kota – Sudirman – Pesanggaran – UNUD – GWK   PP
  • Koridor 2a, Rute : Batubulan – Sanur – Dewa Ruci – Sentral Parkir   PP
    ; Koridor 2b, Rute : Sentra Parkir – Dewa Ruci – Jimbaran – Nusa Dua   PP
  • Koridor 3, Rute : Petitenget – Teuku Umar – Renon – Sanur   PP
  • Koridor 4, Rute : Sanur – Singapadu – Kedewatan – Ubud   PP
  • Koridor 5, Rute : Bandara Ngurah Rai – Nusa Dua   PP
  • Koridor 6, Rute : Batubulan – Gatsu – Kerobokan – Dewa Ruci – Bandara Ngurah Rai   PP
  • Koridor 7, Rute : Mengwi – Ubung – Kota – Pelabuhan Benoa   PP
  • Koridor 8, Rute : Canggu – Kota – Sanur   PP
  • Koridor 9, Rute : Mengwi – Kerobokan – Kuta – Bandara Ngurah Rai   PP
  • Koridor 10, Rute : Batubulan – Kota – Bandara Ngurah Rai   PP
  • Koridor 11, Rute : Munggu – Kerobokan – Nusadua   PP
  • Koridor 12, Rute : Sanur – Purnama – Lebih   PP
  • Koridor 13, Rute : Kuta – Munggu – Tanah Lot   PP
  • Koridor 14, Rute : Sanglah – A. Yani – Mambal  PP
  • Koridor 15, Rute : Kediri – Mengwi – Mambal – Ubud – Gianyar   PP
  • Koridor 16, Rute : Bandara Ngurah Rai – Sanur   PP
  • Koridor 17, Rute : Bandara Ngurah Rai – Kuta – Petitenget   PP

Trayek yang sudah berjalan adalah trayek koridor 2, Batubulan -Nusadua PP yang pertama kali dioperasikan pada hari kamis tanggal 18 Agustus 2012 dengan tarif Rp. 3.500,- untuk umum dan Rp. 3.000,- untuk pelajar dan beroperasi dari pukul 05.00 – 21.00 WITA. Sampai tulisan ini dibuat, trayek koridor 1, Kota-GWK PP sudah berjalan, yaitu dari Kota (jl. Kamboja) – Sudirman – Pesanggaran – Kampus Unud Jimbaran – GWK (Garuda Wisnu Kencana) PP.

Untuk memaksimalkan layanan trans sarbagita, pemerintah kota Denpasar melalui Dinas Perhubungan Kota Denpasar, membuat Trayek Pengumpan (TP) atau bahasa gaulnya Feeder Trans Sarbagita dimana saat ini ada empat koridor, yaitu TP 01 (GOR Ngurah Rai – Renon), TP 02 (Matahari Terbit – Simpang Enam Teuku Umar), TP 03 (Simpang enam Teuku Umar – Pemogan – SMA 5 Denpasar), dan TP 04 (Suci – SMA 2 Denpasar – Sidakarya).

TP 01 rute yang dilewati adalah GOR Ngurah Rai – Jl. Kamboja (SMA 7 Denpasar) – Jl. Melati – Jl. WR. Supratman – Jl. Nusa Indah – Jl. Hayam Wuruk – Jl. Narakusuma – Jl. Pandu – Jl. Merdeka – Jl. Moh. Yamin – Jl. Raya Puputan Niti Mandala ke kiri ke bundaran Renon (BPS Bali) – Jl. Tukad Penet – Jl.Tukad Yeh Aya – Jl. Tukad Balian ke utara – Jl. Raya Puputan Niti Mandala ke Barat – Jl. Sudirman – SMA 2 Denpasar – Jl. SUdirman – Jl. Dewi Sartika (Matahari/Robinson) – Jl. Diponegoro – Jl. Hasanudin – Jl. Udayana – Jl. Caturmuka – Jl. Surapati – Jl. Kepundung – Jl. Patimnura – GOR Ngurah Rai.

TP 02 rute yang dilewati adalah Matahari terbit – Jl. By Pass Ngurah Rai Sanur – Jl. Danau Buyan – Jl. Tukad Bilok – Jl. Tukad Balian – Jl. Tukad Yeh Aya – Jl. Waturenggong – Jl. Pulau Nias – Jl. Pulau Bali – Jl. Lombok – Jl. Komodo – Jl. Pulau Tarakan – Simpang enam teuku umar – Jl. Pulau Kawe – Jl. Staelit – Jl. Nusa Penida – Jl. Lombok – Jl. Pulau Bali – Jl. Pulau Nias – Jl. Diponegoro – Jl. Serma Made Oka – Jl. Serda Made Pil – Jl. Serma Mendra – Jl. SUdirman (Depan Ekonomi) – Jl. Waturenggong – Jl. Tukad Yeh Aya – Jl. Tukad Balian – Jl. Tukad Bilok – Jl. Danau Buyan – Jl. Ngurah Rai – Matahari Terbit.

TP 03 memiliki rute Jl. Pulau Nias – Jl. Pulau Bali – Jl. Lombok – Jl. Pulau Komodo – Jl. Pulau Tarakan – SImpang Enam Teuku Umar – Jl. Pulau Kawe – Jl. Pulau Bungin – Jl. Raya Pemogan – Jl. By Pass Ngurah Rai – SImpang Benoa – Jl. Diponegoro (Pesanggaran) – SImpang Pulau Moyo Diponegoro – Jl. Suwung Batan Kendal – Jl. Mertasari – Jl. Pendidikan (SMA 5 Denpasar) – Jl. Sidakarya – Jl. Diponegoro – Jl. Pulau Nias.

TP 04 melalui rute Suci – Jl. Hasanudin – Jl. Sutoyo – Jl. Sudirman (SMA 2 Denpasar) – Jl. Waturenggong – Jl. Tukad Pakerisan – Jl. Raya Bedugul – Jl. Dewata – Jl. Sidakarya – Jl. Sesetan – Jl. Diponegoro – Suci.

Untuk semua Trayek pengumpan dikenakan tarif Rp. 2000,- Jauh – dekat sama harganya. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2012 G R A T I S.

Semoga dengan adanya Trayek pengumpan ini masyarakat kembali moda transportasi massal, untuk menjaga Alam dan mengurangi kemacetan, meskipun baru dua Trayek Trans Sarbagita dan empat Trayek Pengumpan yang berjalan, kedepannya diharapkan semua trayek segera di aktifkan, dan trayek pengumpan di perbanyak.

Let’s use public Transportation.

Perlukah Title Haji dan Hajjah itu di cantum kan ?? Juni 28, 2012

Posted by trinil in hari-hari q.
11 comments

Dalam agama islam terdapat Rukun Iman dan Rukun Islam. Seseorang dikatakan beriman apabila telah menjalankan Rukun Iman yang terdiri dari : Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman kepada Rosul-rosul Allah, Iman kepada Kitab-Kitab Allah, Iman kepada Hari Akhir, Iman kepada Qada dan Qodar. Sedangkan jika seseorang itu dikatakan islam maka dia perlu melakukan rukun Islam yaitu mengucapkan dua kalimat Syahadat, Mendirikan Sholat, Membayar Zakat, Menunaikan Puasa, dan Menunaikan Haji apabila Mampu. Hal tersebut pastilah diketahui oleh umat Islam.

Haji merupakan penutup dari rukun Islam, dimana apabila seseorang itu beragama islam dia harus memenuhi syarat ini itupun berlaku untuk orang-orang yang mampu. Mampu dari segi mental, fisik dan finance. Dan jangan lah sesorang muslim yang telah mampu menunda-nundanya, karena apabila menunda dan datang kematian sungguh rugilah orang tersebut.

Sejarahnya di Indonesia apabila seseorang ingin melakukan haji haruslah menggunakan kapal dan memerlukan waktu berbulan-bulan, tergantung dengan musim anginnya. Pada jaman Penjajahan Belanda apabila ingin melakukan haji mereka harus di karantina baik sebelum berangkat dan sebelum datang ke tanah air, klo ga salah karantinanya ada di salah satu pulau yang ada di propinsi NAD. Lamanya waktu yang diperlukan untuk mereka mulai dari keluar rumah sampai kembali ke rumah hampir satu tahun dan tidak ada jaminan mereka akan kembali lagi (alias bisa terjadi kematian Fisabilillah), sehingga sebelum keberangkatan banyak keluarga, kerabat, tetangga yang melepas kepergian mereka. Begitupula pada saat mereka berhasil menunaikan ibadah haji dan kembali lagi ke rumah maka akan disamput riang oleh orang-orang.

Gelar Haji dan Hajah diterapkan oleh pemerintah belanda bagi mereka yang telah pergi Haji, padahal di arab sendiri tidak ada gelar bagi orang yang telah menjalankan haji. Belanda menstempel mereka agar mudah dalam pendataan karena orang-orang yang telah pergi haji pada jaman itu setelah kembali ke tanah air, mereka pasti berjuang Fisabilillah untuk mengusir Penjajah dari Tanah Air tercinta. Plus mereka naik haji cuma satu kali dalam seumur hidupnya.

(lebih…)